Jumat, 06 Agustus 2010

ATAWA SANDEK - Arifin C. Noer

ORKES MADUN III
Atawa SANDEK
Karya Arifin C. Noer


Catatan:

Naskah ini diketik ulang dari buku kumpulan naskah drama Orkes Madun yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Firdaus bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation ISBN 979-541-119-5
Publikasi naskah ini dimaksudkan sebagai upaya penyediaan naskah drama dan sebagai bahan referensi pembelajaran bagi individu atau kelompok-kelompok teater yang membutuhkannya.
Disarankan bagi siapa saja yang memiliki cukup akses, agar membeli buku terkait. Itu pun dalam upaya membantu pengarang dan keluarganya. Kekayaan hak intelektual naskah ini tetap ada pada pengarangnya.
Dan dimohon bagi pengunduh naskah ini untuk tidak menghapus catatan ini, sebagai bukti pertanggung jawaban saya sebagai pihak yang mengetik ulang.

Terima kasih.
Lee Birkin

SATU

SEMUA ORANG MAU LEPAS DARI IKATAN APAPUN NAMANYA. DARAH MENGALIR BEREDAR, MAU LELUASA. GERAKAN TIDAK LAGI MAU MEMPUNYAI BENTUK. SUARA TIDAK MAU LAGI MEMPUNYAI HURUF. WAKTU DAN TEMPAT CAIR. JUGA ISINYA. YANG ADA CUMA RUH.

SANDEK
Saya mau bicara. Saya mau bicara

(Tidak ada sahutan. semua diam. semua diam. diam dan aneh. mereka sudah menyimpan suatu rahasia yang menakutkan)

Saya mau didengarkan

(Seseorang menembak lawannya)

saya mau didengarkan!

(Orang itu menembak dirinya sendiri)

Saya perlu kawan. Saya perlu kawan
Saya tidak bias sendirian. Saya tidak
bisa terus-terusan jadi solis. Saya perlu orkes
lalu saya perlu penonton
lalu saya perlu menonton

(Lalu dia ngamuk. lalu dia setanan. lalu orang-orang memburunya. lalu orang-orang menangkapnya. lalu orang menyalibnya. dan ketika ia mengamuk tadi dia mengucapkan segala macam kata-kata jorok. dalam berbagai bahasa dan dialek)

Bapa! Bapa!

WASKA
Anak cengeng! Cuah!

SANDEK
Bapa! Bapa!

WASKA
Bodong! Berhenti kamu jadi orang!

SANDEK
Bapa! Bapa! Bapa!

WASKA
Memalukan! Ranggong!

RANGGONG
Ya, Bapa!

WASKA
Borok!

BOROK
Ya, Bapak!

WASKA
Siapa nama domba cempe itu?

RANGGONG
Sandek, Bapa. Sandek.

WASKA
Sandek? Siapa dia?

BOROK
Anak bapa. Anak tercinta

WASKA
Cuah! Anak dari ibu yang mana? Begitu banyak perempuan yang kucintai. Begitu banyak perempuan yang kutiduri. Tentu saja semua orang mengaku anak kepada saya

RANGGONG
Bapa, Sandek benar-benar anak Bapak. Benih bapa yang tercecer di pesisir yang diperam rahim seorang perawan anak nelayan yang tidak punya tangan

SANDEK
Bapa! Bapa! Minta gula-gula!

WASKA
Diam, monyet! Kalau tidak juga mau diam dan tetap merengek saya masukan lagi kamu bulat-bulat ke dalam rahim ibumu yang khianat itu!

SANDEK
Ibu tidak khianat. Ibu suka gula-gula. Sekarang Sandek pengin gula-gula. Yang mereknya…

WASKA
Jangan bicara merek! Baru lahir sudah dagang. Jadi apa kamu besar nanti!? Borok!

LALU BOROK MEMBERI MINUM SANDEK DAN SANDEK MEMUNTAHKANNYA. DAN LALU RANGGONG MENEMPELENGNYA

SANDEK
Minuman apa tadi, bapa?

BOROK
Darah macan

RANGGONG
Saya campur sedikit dengan darah saya

SANDEK
Bapa

WASKA
Kenapa?

SANDEK
Enak

WASKA
Namanya anak. Musti disusui. Kalau ada anak yang tidak disusui di dalam sejarah Cuma saya. Karena saya selalu cari susu sendiri. Tidak ada seorang ibu pun di dunia yang menerima saya. Kadang-kadang saya berpikir apa saya ini dilahirkan dari laki-laki? Borok, siapkan segala sesuatunya.

BOROK
Stempel sudah siap

RANGGONG
Api juga sudah siap

WASKA
Baker besi dn lekatkan di jidatnya. Dia harus berlatih merasakan hidup ini dan sebentar lagi dia tidak akan pernah bisa memungkiri bahwa dia anak jadah! (Meraung) Tuhan! Saksikan ini!

Setiap orang bangkit dan melek dengan pandangan ketakutan. Lalu Borok dan Ranggong mengerjakan siksaan itu, sementara orang-orang menyaksikannya dengan ketakutan

SEMUA
Sandek
Sandek
Sandek

WASKA
Sekarang hidup
Kita rebut
Pesta
Demi pesta
Pemberontakan di penjara
Mulai
Bersama matahari
Mulai! Kita ciptakan
Cuaca!

LALU MEREKA BERPESTA. SUNATAN. ARAK-ARAKAN SANDEK DENGAN IRINGAN REBANA DAN KEMBANG MANGGAR. BERAS KUNYIT DITABUR-TABURKAN DAN ORANG BANYAK, TERUTAMA ANAK-ANAK BEREBUT MENDAPATKAN UANG LOGAM YANG DITEBARKAN. SEMENTARA ITU KEMBALI SANDEK MENCOBA MENGAJAK BICARA ORANG-ORANG TAPI TIDAK SEORANG PUN YANG MEMPEDULIKANNYA. IA JADI KESAL. LALU IA MENYINGKIR DAN MENYEPI DI SUDUT PENTAS, MEMBELAKANGI ORANG-ORANG.

ONI, GADIS INGUSAN, PEKERJA INGUSAN, DALAM PAKAIANNYA YANG SANGAT SEDERHANA MUNCUL. ONI JUGA MELAKUKAN PERSIS SEPERTI APA YANG DILAKUKAN SANDEK TADI. IA JADI KESAL, LALU IA MENYINGKIR DAN MENEPI DI SUDUT PENTAS, MEMBELAKANGI ORANG-ORANG

KETIKA TERDENGAR BESI DIPUKUL DUA KALI, CAHAYA PENTAS AGAK MEREDUP. DAN SEKETIKA SEMUA DIAM. HENING. DAN SEMUA SIAP MENDENGARKAN. DAN LALU WASKA NAIK KE SUATU TEMPAT YANG PALING TINGGI DIIKUTI PEMBANTU-PEMBANTUNYA. RANGGONG DAN BOROK.

WASKA
Anak-anakku

SEMUA
Ya, bapak

WASKA (Pada Borok)
Borok, absen!

LALU BOROK MENGABSEN DAN MASING-MASING PEMAIN MENYAHUT. SEMUANYA MEMAINKAN WAKIL-WAKIL BURUH DARI BERBAGAI DAERAH INDSUTRI

WASKA
Anak-anakku

SEMUA
Ya, bapa

WASKA
Sebetulnya malam ini pengin sekali saya menangis

SEMUA
Jangan, bapa

WASKA
Ya, saya tahu, anak sundel! Bukan itu maksud saya. Kalau pun keadaan mengizinkan saya juga tidak bisa menangis. Bahkan ketika dilahirkan, saya tidak menangis. Ada yang salah dalam tubuh saya, juga dalam ruh saya. Kelahirans aya kelahiran hening. Barangkali sehening tatkala semesta belum diciptakan tatkala Tuhan masih sendirian.
Tapi, pada saat-saat perpisahan seperti ini, setetes saja airmata kalau ada, tapi tak ada. Baik, baik. Kalau air mata tidak punya, saya masih punya cinta. Gayah

BIGAYAH
Ya, Waska

WASKA
Ai lof you

BIGAYAH
Kamu selalu main-main, Waska. Itu yang membuat saya betah. Tapi kamu tidak pernah bisa tenang

WASKA
Darah saya selalu melonjak-lonjak liar, Gayah. Saya tidak pernah bisa menjinakannya. Sorri.

BIGAYAH
Waska

WASKA
Kenapa? Minta puntung bekas saya lagi?

BIGAYAH
Peluk saya untuk penghabisan kali. Setelah itu biarkan kita mati

WASKA
Kamu itu betul-betul brengsek. Tubuhmu kamu ecerka dan saya Cuma kebagian sedikit. Tapi saya masih tetap merasa mujur karena saya mendapatkan cinta yang utuh. Gayah, pada akhirnya kita sempat tahu juga bahwa yang menyelamatkan kita semua adalah cinta

BIGAYAH
Saya tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana malam itu kamu menyerahkan tas plastic berwarna oranye

WASKA
Saya juga akan mengenangkan kamu bagaimana malam itu kamu buka kancing celana saya akrena kamu tidak sabar

BIGAYAH
Saya akan selalu ingat jidatmu dan hidungmu

WASKA
Saya akan selalu membayangkan gigimu dan telapak kakimu yang besar

BIGAYAH
Waska, saya heran orang semacam kamu pengin mati

WASKA
Kita sudahi roman kita, Gayah. Sandiwara ini bukan sandiwara kita, sandiwara ini sandiwara cinta anak-anak kita

BIGAYAH
Cium dulu rambut saya, baru saya pergi

LALU WASKA MENCIUM RAMBUT BIGAYAH. LALU BIGAYAH PERGI ENTAH KEMANA. SETELAH ITU WASKA TERMENUNG LAMA SEKALI

ONI
Saya berangkat dulu

SANDEK
Kamu tidak bisa tidak bekerja, Oni?

ONI
Ayah cacat, ibu sakit-sakitan

SANDEK
Kalau begitu pemerintah betul-betul sakit

ONI
Saya pergi Sandek

SANDEK
Pergilah, lain kali belum tentu saya biarkan. Saya juga akan berangkat ke pabrik

SEMUA PERGI. PARA NABI TURUN DARI LANGIT

SEMUA
Salam. Salam

WASKA
Datang juga kau, ya nabi

NABI 1
Siapa pun akan datang juga malam ini, sekali pun jin dan setan. Batu-batu akan menyimpan jejakmu malam sampai saat kiamat. Inilah salah satu malam yang paling penting diantara malam-malam penting dalam sejarah kalian

JONATHAN
Saya juga datang, Waska

WASKA
Jonathan

LAMA SEKALI WASKA MEMANDANG TAJAM KEPADA SAHABAT SEKALIGUS SAINGANNYA

JONATHAN
Dendam anak-anakmu belum juga hilang

WASKA
Ia terlanjur bersama darah

JONTAHAN
Waska

WASKA
Mau apa lagi? Mau mencoba menghalang-halangi rencana-rencana saya?

JONATHAN
Bagaimana revolusi social kamu yang simultan itu?

WASKA
Sukses besar seperti konser-konser kamu! Semua orang pbuncit perutnya sekarang dan umur mereka panjang-panjang kayak orang-orang zaman Ibrahim

JONATHAN
Syukurlah kalau begitu. Mudah-mudahan wajahmu tidak mengkhianati kamu sendiri

WASKA
Terus terang saya sentiment sama kamu

JONATHAN
Tidak perlu kamu ucapkan. Bibirmu jauh lebih sempurna membentuk huruf-huruf tanpa disuarakan. Selamat jalan, sahabatku

WASKA
Saya tidak memerlukan selamat jalan kamu

JONATHAN
Kalau begitu saya akan di belakangmu. Akan emnjadi saksi perjalanan gila kamu. Akan menjadi saksi kesepian kamu

WASKA
Betul-betul seniman komersil kamu!

DEBLENG
Waska, saya juga mau ikut

WASKA
Debleng, kamu sudah mati. Kamu tidak perlu mati lagi

DEBLENG
Saya mau nonton kamu. Di kuburan sepi dan saya takut kepada arwah saya sendiri

JURU KUNCI
Saya mau ngetawain dari jauh!

WASKA
Kamu siapa, terong!?

JURU KUNCI
Juru kunci kuburan yang digranat anak buah kamu ketika mereka membongkar kuburan-kuburan bayi dan merampok masa depan mereka

ANAK JURU KUNCI
Saya anaknya. Juga sudah koit dengan cara yang sama

SEMAR
Bukan main penonton saya. Saya harap sajasandiwara pribadi saya akan lebih menarik daripada sandiwara karangan saya

NABI 1
Itu tidak usah disangsikan lagi, Semar. Hidupmu lebih ruwet ketimbang pertunjukan sandiwara kamu

RANGGONG
Bapa, sudah waktunya

BOROK
Matahari sudah menggeliat

RANGGONG
Kalau sampai dia bangun lebih dulu, kita akan kewalahan mengejarnya

WASKA
Baik, baik, kita akan mulai

RANGGONG
Roket sudah disiapkan

BOROK
Kemenyan sudah dibakar

BIGAYAH
Bunga-bunga juga siap disebarkan

LALU SEMUA MENEBAR-NEBARKAN BUNGA BERANEKA WARNA SEHINGGA UDARA JADI WARNA-WARNI

SANDEK
Sebentar, sebentar. Bapa mau kemana?

WASKA
Selalu kamu bangun, kasep. Sandek. Bapakmu sudah terlalu lama hidup. Lebih dari dua generasi kebudayaan. Bapa cemburu kepada pohon kelapa depan rumah ibumu yang sudah mati kering tahun lalu. Sekarang bapa mau pergi mencari mati. Bapa juga pengin bisa kering

SANDEK LALU MENAHAN GELI DALM MULUTNYA SEHINGGA MENGGELEMBUNG. LALU IA LARI MENYINGKIR MENDEKATI SEORANG PENONTON DAN KETAWA BESAR DIA.

SESEORANG
Skors dulu, skors! Selalu saja ada yang nyeleweng

LALU SEMUA PEMAIN ISTIRAHAT DAN MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK ADEGAN SELANJUTNYA

SANDEK (Pada penonton)
Kalian tahu saya anaknya, tapi saya harap saya tidak sama dengan lelaki tua yang sok dan kelebihan sperma itu! Bukan saja karena angkatan kami berbeda tapi terutama karena pandangan dasar kami sejak pangkal memang lain. Catat dan ingat-ingat!

WASKA
Orang-orang muda, selalu saja menganggap orang-orang tua bersikap sok, padahal mereka jauh lebih sombong daripada anak Nuh! Selain itu secara bangga selalu menggembar-gemborkan tentang perbedaan, padahal apa-apa yang mereka anggap lain sama sekali tidak lain. Tidak ada yang baru. Yang ada Cuma pengulangan!

SANDEK
Mulai, kan soknya!? Siapa bilang tidak ada yang baru? Siapa bilang Cuma pengulangan? Yang bernama bola memang tetap bola tapi setiap detiknya nilainya berubah. Sekarang begini saja. Siapa diantara kami, maksud saya, saya dan bapa saya yang sok itu, yang paling banyak umurnya?

WASKA
Dia sudah mulai kurang ajar kalau sudah mau berani mengatakan bahwa dia lebih tua umurnya dari saya

SANDEK
Sudah pasti umur saya lebih tua. Paling tidak lebih banyak. Coba saja. Umur saya adalah umur manusia pertama, sedangkan dia sama dengan jumlah umur tadi minus umur saya sendiri

WASKA
Cara kamu bercanda menyiggung perasaan, Sandek

SANDEK
Sekali lagi terbukti bahwa orang tua lebih emosional ketimbang anaknya

WASKA
Betul-betul gua bacok, lu!

LALU WASKA MENGEJAR SANDEK SAMBIL MENGACUNGKAN GOLOK SEHINGGA SEKETIKA TERJADI KEHEBOHAN. DAN TENTU SAJA ORANG-ORANG MELERAIKAN MEREKA. TERAKHIR WASKA MEMEGANG WAJAH ANAKNYA DAN KETAWA.

WASKA
Kamu betul-betul muda. Kamu betul-betul hidup

SANDEK
Bapa betul-betul bapa. Betul-betul tua!

WASKA
Sialan!

LALU MEREKA KEJAR-KEJARAN SEPERTI BOCAH. PETAK LARI. DAN SEMUA PEMAIN MELAKUKAN HAL YANG SAMA. DAN SETELAH KECAPEAN.

WASKA
Seger, seger. Hidup itu selalu seger. Kalau saja….

RANGGONG
Bapa, sudah waktunya

BOROK
Segala sesuatunya sudah beres

SUARA MEGAPON (Dalam dialek Jawa yang medok, lembut sekali)
Perhatian, perhatian! Para penumpang pesawat luar angkasa yang akan mengembara ke daerah pembuangan, diharap siap naik melalui pintu tiga

WASKA
Baik, baik, Sandek. Ini kelereng kamu

SANDEK
Terima kasih, bapa

LALU WASKA KEMBALI NAIK KE TEMPAT YANG PALING TINGGI DIIKUTI PEMBANTU-PEMBANTUNYA

NYANYIAN SATU
Awan akan jadi kawan
Sepanjang perjalanan
Kalian tidak akan kesepian
Terbanglah o ruh
Terbanglah o ruh
Tuhan di seberang
Menanti kalian
Terbanglah o ruh
Terbanglah o ruh

LALU SEMUA SIAP MENDENGARKAN PIDATO PERPISAHAN

WASKA
Anak-anakku

SEMUA
Ya, bapa

WASKA
Sinar tidak pernah putus. Suara tidak pernah putus. Saya akan menyusuri sinar dan suara dengan pandangan mata bocah, namun dengan perasaan luka seorang pemuda cengeng yang ditinggalkan kekasihnya. Saya akan melompat ke bukit itu dengan meniti pucuk-pucuk cemara yang berbaris tak habis-habisnya. Di bukit itu saya akan gali huruf-huruf yang asli dan bekas lobangnya akan kujadikan kubur bagi jasadku yang galak dank eras ini. Bukit itu bukit Tursina namanya!

IBU
Istirahatlah anakku. Seperti tanah pesisir di mana kamu lahir. Telapak kakimu pecah-pecah, mari saya basuh

WASKA
Tidak ada lagi yang bisa dicuci. Segala debu dengan segala susunan unsure-unsurnya telah bersatu dengan kulit badak tua ini. Tolong jangan ganggu saya lagi

IBU
Saya ingin memangkumu, anakku. Mbok kangen. Sumur tua ini sudah lama sekali tidak pernah kamu kunjungi. Mbok akan mendongeng tentang asal-usul tanah Jawa ini sejak zaman es dahulu kala

WASKA
Sekali lagi, tolong ya jangan ganggu saya lagi. Saya sedang mengucapkan pidato yang paling penting, bahkan yang terpenting yang pernah diucapkan orang. Dan begitu pentingnya saya punya pidato, bagaikan firman bila dibandingkan dengan pidato seorang presiden

IBU
Kalau kamu mau mengunjungi sumur keramat ini sekali saja dan merasakan nyamannya air, brangkali kamu tidak akan merasa perlu mengadakan perlawatan yang penuh rahasia ini

WASKA
Kalau saja, kalimat apa itu!? Justru karena saya menyadari bahwa hidup ternyata tumpukan dari kalimat semacam itu saya mengadakan perjalanan ini. Dan lagi dengan pengembaraan saya yang terakhir ini saya yakin saya akan beroleh mati

IBU
Jangan ngaco, Waska. Kelak kamu akan mati sendiri juga. Seperti yang lain-lain, kamu juga tidak lebih dari sebatang pohon pisang

WASKA
Saya bukan pohon pisang. Saya bukan pohon. Saya bayi tabung yang ditemukan Aladin di pesisir Cirebon

IBU
Silsilah tidak penting lagi. Sejarah diabaikan. Lalu maunya apa?

BIGAYAH
Sebaiknya mbok yang istirahat. Kembali masuk ke kubur, mbok. Janan nakut-nakuti orang yang masih hidup

IBU
Kamu siapa berani-berani nimbrung?

BIGAYAH
Nama saya Rogayah. Pekerjaan pelacur dan sekarang jadi kepala germo. Saya istri Waska lahir batin

IBU
Terlalu beringasan kamu sebagai perempuan

BIGAYAH
Karena saya darah Waska

SEMAR
Waduh! Waduh! Waduh! Sandiwara ini mbok yang teratur. Yang punya disiplin. Sudah sejak tadi dibina suasana dramatiknya sedemikian rupa untuk adegan pidato perpisahan Waska, kalian kok seenaknya merusak. Kalian itu nyeleweng dari irama namanya. Kesenian macam apa yang sedang kalian tunjukan? Itu namanya seni awur-awuran! Dikiranya alam itu awur-awuran? Alam itu tertib sekalipun tidak kaku!

NABI
Jangan emosi Semar. Makin tua kok malah makin emosi

SEMAR
Kesel eh! Susah-susah membangun klimaks, kok dibuyarkan seenaknya

NABI
Sabar, sabar

BIGAYAH
Maaf, Semar

IBU
Saya juga minta maaf, wong saya orang baru. Lagi waktu saya di Srimulat saya nyletuk begitu boleh kok. Nek kalau aturan di sini lain ya, maaf saja

SEMAR
Sudah, malah cerewet. Sekarang kita lanjutkan lagi. Coba musiknya yang genah. Mulai!

MUSIK. MEMEKAKAN. DAN SEMENTARA ITU MEREKA MEMENUHI BUKIT DI MANA WASKA SEDANG MENGUCAPKAN PIDATONYA

WASKA
Mata saya mata Musa yang mampu menatap sumber cahaya itu. Tapi seandainya di bukit itu saya juga tidak mendapatkan apa-apa, tidak mendapatkan istirah, saya akan terbang di atas selembar awam, mampir ke puncak Himalaya. Saya ahrap saja pertapa tua yang bernama Albert Tambayong itu akan sudi membantu saya

RANGGONG
Saya sangsi, Waska

BOROK
Monyet tua itu menjengkelkan

WASKA
Kalau memang begitu, nanti saya akan terban ke angkasa luar. Akan saya jelajahi galaksi demi galaksi, sepi demi sepi. Dalam kehampaan dan keheningan itu, saya kira saya akan bisa menemui nabi-nabi itu diantara benda-benda yang gentayangan. Ciptaan teknologi paling mutakhir. Saya akan rela melayang-layang kalau memang saya juga adalah benda-benda semacam itu

BIGAYAH
Benda apa sih Semar? Kok serem kedengarannya?

SEMAR
Benda ya benda. Titik

BIGAYAH
Kok serem Semar?

SEMAR
Kok baru tahu? Hidup emmang serem kok. Pokoknya di angkasa luar nanti saya akan memainkan adegan serem diselingi adegan-adegan ala Flash Gordon

IBU
Flash Gordon itu siapa to, Gayah?

BIGAYAH
Ndak tahu ya. Kedengarannya sih kayak nama presiden Amerika

JONATHAN
Waska, boleh saya berpendapat?

WASKA
Tidak boleh kecuali kalau kamu juga punya keberanian sama seperti saya

JONATHAN
Saya tidak tahu apakah saya berani tapi apa katamu?

WASKA
Gentayangan di luar angkasa

JONATHAN
Saya kir saya berani

WASKA
Nah, kalau begitu adegan sandiwara ini pada babak berikutnya akan menjadi seru karena saya masih punya banyak sisa kata-kata

JONATHAN
Kamu sendiri tahu stock kata-kata saya jauh lebih banyak dan kata-kata sangat jinak di bibir saya

WASKA
Kalau kata-kata berpihak pada kamu, yang lain pasti akan berpihak kepada saya

JONATHAN
Kita lihat nanti

WASKA
Ya. Sekarang kandangi sulu kata-katamu. Saya sedang pidato

LALU JONATHAN MEMAINKAN BIOLANYA SYAHDU SEKALI

WASKA
Anak-anakku

SEMUA
Ya, bapa

WASKA
Agama saya macem-macem, maka segala macem doa saya harap ikut mengiringi pengembaraan ini

SEMUA
Ya, bapa

BIGAYAH
Bagaikan angina, doa saya tidak akan pernah putus, Waska

IBU
Asap dupa dan harum bunga setaman yang saya rangkai akan memenuhi sidratul muntaha

SANDEK
Saya nggak bisa berdoa. Lelaki tua yang belingsatan itu tidak pernah mengajar saya apa-apa

ONI
Tapi ibumu, Sandek. Ia mengajar kamu segala macem

SANDEK
O iya. Lupa, bu

IBU SANDEK
Sandek

SANDEK
Sekarang saya ingat. Saya akan berdoa. Saya akan selalu berdoa

ONI
Kamu mulai sombong seperti ayahmu

IBU SANDEK
Berikan diam-diam nasi kuning ini kepada bapakmu dan katakan saya akan membesarkan kamu

SANDEK
Ibu, mulai besok saya akan bekerja di pabrik gelas

IBU SANDEK
Seharusnya kamu di laut, anakkku. Karena kamu anak laut

SANDEK
Jangan sebut laut lagi, bu. Saya takut saya tidak bisa menahan amarah saya. Badan saya masih terlalu lunak untuk amarah saya yang terlalu keras

IBU SANDEK
Baik, anakku, baik. Jangan lupa bahwa ayahmu seorang lelaki tulen

LALU SEMUA ORANG BERTEPUK TANGAN, WASKA, BOROK DAN RANGGONG MENDAKI PUNCAK ITU SAMBIL SESEKALI MELAMBAIKAN TANGAN. BIGAYAH MENANGIS HEBAT SEKALI, MENYINGKIR DARI GEROMBOLAN. JUGA IBU SANDEK, SANDEK DAN ONI MELANGKAH KE DEPAN DEKAT PENONTON. MEREKA TEGAK BERDIRI BAGAIKAN DUA BUAH TIANG BENDERA.

NYANYIAN SATU
Awan akan jadi kawan
Sepanjang perjalanan
Tuhan di seberang
Mananti kalian
Terbanglah o ruh
Terbanglah o ruh
Dst.

KEMUDIAN HENING SEJENAK

PENGARANG
Bagian berikut sandiwara ini bagian yang paling kasar. Dengan ini diumumkan kepada siapa saja yang berhati bangsawan supaya bangkit dari tempat duduknya dan menggilkannya. Selain itu bagi siapa saja yang merasa tidak punya kepentingan dengan persoalan makan dan pendidikan dipersilakan tidur sejenak untuk memimpikan sandiwara lain yang lembut

SEMAR
He yang bicara! Kamu sendiri silakan tutup mulut dan menyingkir. Sandiwara ini akan memulai babaknya yang pertama. Tapi sebelumnya akan saya perkenalkan barisan pemainnya

LALU DIA MEMPERKENALKAN SEMUA PEMAIN. DAN BEGITU SELESAI MUSIK PEMBUKAANPUN DIBUNYIKAN

NABI
Lakon apa Semar?

SEMAR
Kisah cinta sandek dan Oni

NABI
Apa latar belakangnya?

SEMAR
Masalah tenaga kerja alias perburuhan dan peraturan-peraturannya

NABI
Berapa babak?

SEMAR
Babaknya bertele-tele. Pokoknya sampe babak belur. Maaf, pertunjukan akan kami mulai.

NABI
Silakan

SEMAR
Para penonton yang berbahagia maupun yang tidak, sandiwara ini akan dimulai dengan adegan tidur

NABI
Kok tidur lagi kayak adegan-adegan sebelumnya?

SEMAR
Harap dicatat. Adegan ini sama sekali tidak bermaksud menggambarkan bahwa orang-orang di sini suka sekali tidur lantaran matahari kelewat dekat. Khusus mengenai adegan ini pengarangnya menjelaskan bahwa pada saat tidur, justri sebenarnya kita bangun. Permisi, adegan akan dilanjutkan lagi. Para pemain saya persilakan tidur atau tepatnya pura-pura tidur

MEREKA SEMUA TIDUR

SEMAR
Daripada susah-susah berasosiasi dan juga mengingat segi-segi teknis, saya jelaskan saja secara singkat bahwa pada saat sekarang, pentas sedang kita anggap sebagai suatu daerah perkampungan jorok di suatu kota besar yang semrawut. Waktu kira-kira menjelang fajar

SEPI SEBENTAR

SEMAR
Fajarnya sudah datang sekarang

SEPI SEBENTAR

SEMAR
Jangan kaget, ada dua fajar yang datang. Fajar yang bernama Surya dan Fajar yang bernama Sandek

KOOR
Sandek

SANDEK LEWAT. ANGGUN DIA. BAGAI KIJANG KENCANA

SEMAR
Coba terka. Apa yang dilakukan oleh pemuda itu pagi buta seperti ini? Bayangkan. Sinar di langit baru beberapa helai, gelap masih sangat rapat mengepung lorong-lorong jorok yang pengap itu. Dan Sandek berjalan seorang diri sambil bersiul-siul jali-jali. Sialan! Dia ke rumah pacarnya. Si Oni. Oit! Dia hampir saja melihat saya. Saya ahrus sembunyi. Lebih baik saya ngintip. Lagian paling nikmat ngintip orang pacaran. Hehehe….

SEMAR BERSEMBUNYI DI SUATU TEMPAT YANG TERLINDUNG DAN NGINTIP, SANDEK MUNCUL LAGI DENGAN SELEMBAR KERTAS DI TANGAN. IA MENDEKATI GUBUK ONI. SETELAH IA AMATI SEPUTAR DAN MERASA YAKIN BAHWA TIDAK ADA ORANG LAIN YANG MEMPERHATIKAN LALU IA PUNGUT SEBUTIR KERIKIL. IA LEMPAR KE JENDELA ONI YANG SEPERTI KANDANG AYAM. DANS EBENTAR KEMUDIAN TERBUKALAH JENDELA ITU. DAN NONGOLLAH ONI SAMBIL MENGGELIAT.

SANDEK
Oni

ONI
Sandek

SANDEK (Nyanyi)
Di sela-sela sinar fajar
Tidakkah kau lihat binary-berbinar
Cinta panasku memancar?

Bersama angina pagi
Cintaku menyusup menembus
Celah gedek gubukmu
O biarkan mengelus halus kulitmu
Oni….

ONI
Sandek fajarku. Suratmu semalaman kubaca berkali-kali. Pada jam sepuluh lima say abaca. Pada jam setengah tiga saya ngelilir saya baca lagi tujuh kali. Dan barusan tadi saya ulangi lagi sebelas kali

SANDEK
Suratmu Cuma satu kali say abaca tapi langsung saya hapal luar kepala biarpun panjangnya lima belas halaman folio. Oni, terimalah suratku lagi dan bacalah sambil sarapan serabi

SETELAH MEMBERATINYA DENGAN PECAHAN GENTENG, SANDEK MELEMPARKAN KERTAS ITU DAN SECARA TANGKAS ONI MENANGKAPNYA, LALU DENGAN BERDEBAR DIBACANYA SEMENTARA SAYUP-SAYUP KEDENGARAN NYANYIAN ORANG-ORANG

KOOR
Bangun! Bangun!
Hari sudah siang!
Bangun! Bangun!
Hari sudah siang!

Kalau tidak bangun tidak makan
Kalau tidak makan ntar dimakan
Ingatlah anak istri keluarga kita
Selain cinta mereka juga butuh harta

Ayo! Ayo!
Hari sudah siang!
Dengar! Dengar!
Pabrik mulai ngaum!

Ayo! Ayo!
Jangan loyo! Dst

BARISAN ORANG-ORANG YANG SEDANG BERANGKAT KERJA ITU MUNCUL DAN SAMBIL TERUS MENYANYI MEREKA LEWAT. DAN KETIKA SUARA-SUARA MEREKA SEMAKIN SAYUP, ONI SELESAI MEMBACA SURAT ITU. SEBENTAR IA PANDANGI SANDEK, TAPI TIBA-TIBA IA TUTUP MUKANYA DENGAN KERTAS ITU. MALU DIA!

ONI
Betul, Sandek?

SANDEK
Suratku bukan surat kabar, Oni, yang kebenarannya masih perlu diuji

ONI
Para penonton, Sandek melamar saya. Padahal saya masih ingusan. Malu saya. Belum-belum haid kok

SANDEK
Oni purnamaku

ONI
Sandek suryaku

SANDEK
Mau kan kamu jadi istriku?

ONI
Aku hanya mau kamu jadi suamiku

SANDEK
Dua tahun lagi, pasti saya punya apa-apa kalau saya rajin bekerja mulai sekarang

ONI
Dua tahun lagi, pasti saya sudah haid

SANDEK
Kita akan kawin

ONI
Kita akan punya anak

SANDEK
Kita akan punya cicit

ONI
Kita akan punya buyut

SANDEK
Kita akan punya Cangga

ONI
Kita akan punya dunia

SANDEK
Kita akan punya akherat

ONI
Dunia akan punya Sandek

SANDEK
Dunia akan punya Oni

ONI
Sandek

SANDEK
Oni

ONI
Oni nanti minta mas kawin

SANDEK
Sebutkan, Oni. Sebutkan

ONI
Bunga

SANDEK
Bunga apa oni?

ONI
Bunga rumput dan bunga alang-alang

MEREKA BEREMASAN TANGAN SEMENTARA BARISAN ORANG-ORANG YANG SEDANG BERANGKAT KE PABRIK TADI MUNCUL LAGI SAMBIL MENYANYI DALAM SEMANGAT YANG MASIH HANGAT. BARISAN INI AKAN MENYAPA SANDEK DAN ONI.MEREKA LARUT BERSAMA BARISAN YANG PANJANG ITU DAN LARUT PULA DALAM NYANYIAN.

MAKIN LAMA CAHAYA MAKIN TERANG DAN BERSAMAAN DENGAN ITU BARISAN MENYUSUN DIRI MASING-MASING SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA DALAM SEKEJAP TERCIPTA SUATU ADEGAN YANG MELUKISKAN KEGIATAN SUATU PABRIK DENGAN SEGALA MACAM MSEIN-MESINNYA. NYANYIAN MEREKA SEMAKIN BERSEMANGAT!

DAN SETELAH KEDENGARAN BUNYI SIRINE, MULAILAH KEGIATAN-KEGIATAN. ADEGAN SAMA SEKALI MELUKISKAN MESIN RAKSASA YANG SEDANG BEKERJA. DAN APABILA TERDENGAR BUNYI SIRINE LAGI, MESIN ITU BERHENTI KERJA DAN ORANG-ORANG LALU MAKAN. DAN APABILA TERDENGAR LAGI SIRINE ITU KEMBALI MESIN ITU BEKERJA. DAN APABILA DAN APABILA DAN APABILA DST. BERULANG-ULANG. DAN SEMAKIN LAMA CAHAYA SEMAKIN TERANG HINGGA PADA SUATU SAAT MENYILAUKAN!

LALU LAYAR TURUN! DAN SETELAH SEMUA LAMPU PENONTON MENYALA, BURU-BURU MUNCUL SEMAR DALAM PAKAIAN MALAM YANG RESMI. MAKSUD SAYA JAS KOMLIT! DAN DENGAN MIKROPON DI TANGAN IA BERDIRI DI DEPAN LAYAR.

SEMAR
Beribu maaf, para penonton. Layer terpaksa kami turunkan karena – coba karena apa? (Ketawa) Apapun jawaban anda pasti keliaru, karena… coba terka lagi! Karena apa? (Ketawa) pokoknya siapa salah pasti salah. Yang benar Cuma saya. Wong saya sutradar, he! (Ketawa) begini, para penonton. Kalau tidak segera kami ambil tindakan pengamanan dengan menurunkan layar pasti bencana kesenian ini tak akan dapat kita hindari di tempat ini
Bayangkan, coba. Menurut catatan pengarang sandiwara ini adegan yang amat bersahaja tadi ahrus sanggup melukiskan kegaiatan rutin para pekerja alias buruh sejak jaman revolusi indsutri pertama di Inggris, bahkan kalau mungkin – katanya secara lisan barus aja – sejak jaman gild-gilda di Eropa sampai hari ini, dan kalau mungkin instruksinya secara telegrafis beberapa detik yang lalu – sampai kiamat nanti. Apa tidak gila, pengarang yang sok itu? Apa dia pikir ini film?

SEORANG ANAK MUDA MUNCUL SAMBIL MENYEDOT MINUMAN DALAM KARTON

SEMAR
Sembarangan! Apa dia piker dia itu Tuhan? Kampungan!

ANAK MUDA
Tidak kok. Dia tidak pernah berpikir begitu

SEMAR
Jangan belain! Sini minumannya!

ANAK MUDA MEMBERIKAN AIR MINUMANNYA DAN SEMAR MEMINUMNYA TUNTAS

ANAK MUDA
Lagian dia Cuma ceplas-ceplos saja. Dan dia seni sandiwara…

SEMAR
Sudah pigi sana! Akar masih pendek mau ikut nimbrung urusan falsafah
(anak muda sambil bersungut pergi)
Anda tahu siapa anak muda tadi? Dia adalah anak seorang pemilik pabrik yang terbesar di kawasan industri ini!

TERDENGAR BUNYI LETUSAN SENAPAN DAN SEMAR TERKULAI MATI!
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN MUNCUL PEMILIK PABRIK DENGAN SENAPAN BERBURU. DUA ORANG PEMBANTUNYA BURU-BURU MENDEKATI MAYAT ITU DAN AKAN MENYERETNYA

PEMILIK
Buat apa?

SESEORANG
Binatang ini aneh, tuan. Kita air keras!

YANG LAIN
Sangat bagus buat pajangan di dekat pediangan

PEMILIK
Murahan! Ayolah, kita cari babi yang lebih liar!

MEREKA PERGI. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SEMAR BANGKIT

SEMAR
Tidak usah terkejut. Yang mati tadi bukan saya. Tapi si Emod. Seorang tuli pelabuhan. Dia kejatuhan sekarung beras! Lalu siapakah ketiga mahluk aneh tadi? Mereka adalah pengusaha-pengusaha

BUNYI LETUSAN SENAPAN LAGI. SEMAR MATI LAGI. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN PEMILIK PABRIK DAN PEMBANTU-PEMBANTUNYA MUNCUL LAGI

PEMILIK
Cepat, anjing! Masukan mayat itu ke dalam mixer!

SESEORANG
Sudah beres, tuan

PEMILIK
Bagus, siapkan berkas-berkasnya

YANG LAIN
Sudah beres, tuan. Pers release juga sudah disiarkan

PEMILIK
Bagus! Babi hutan itu akan jadi fosil!

YANG SATU
Kalau begitu dipandang adri sudut ilmu pengetahuan murni kita ini sangat berjasa, tuan, karena kita sebagai pengusaha yang selama ini dianggap sebagai binatang ternyata begitu sadar akan masa depan dunia. Paling sedikit ilmu harus berterima kasih pada kita

TUAN
Benahi kalimat akmu! Kepala kamu terlalu geometric! Camkan! Di dunia ini tidak ada seorang pun yang berjasa karena apa yang terjadi adalah sesuatu yang memang sudah seharusnya

YANG DUA
Kalau begitu hidup ini hobbi

TUAN
Kalimat apa lagi itu!?

YANG DUA
Saya tidak tahu, tuan. Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut saya yang kebetulan saat ini sedang mengunyah permen karet. Bahkan saya tidak tahu sama sekali apakah kalimat itu berasal dari lambung apakah dari paru-paru apakah dari jantung

KETUKAN PADA PINTU. SEKRETARIS MENUNGGU

TUAN
Suruh dia masuk

YANG SATU
Suruh dia masuk

YANG DUA
Masuk!
(Sekretaris masuk dengan wajah pucat dan ketakutan)
Ada apa?

SEKRETARIS
Menejer pabrik mau melaporkan sesuatu, tuan

YANG DUA
Menejer pabrik mau melaporkan, tuan

YANG SATU
Menejer pabrik mau, tuan

TUAN
Suruh dia masuk

YANG SATU
Suruh dia masuk

YANG DUA
Suruh dia masuk

SEKRETARIS
Baik, tuan

KETIKA SEKRETARIS KELUAR DI LORONG ITU SUDAH BERBARIS BANYAK PETUGAS. MENEJER PABRIK MASUK

MENEJER
Selamat siang, pak

YANG DUA
Siang, ada apa?

MENEJER
Kepala keamanan mau melaporkan sesuatu, tuan

YANG DUA
Kepala keamanan mau melaporkan, tuan

YANG SATU
Kepala keamanan pabrik mau, tuan

TUAN
Suruh dia masuk

YANG SATU
Suruh dia masuk

YANG DUA
Suruh dia masuk

MENEJER
Baik, pak

MENEJER KELUAR, KEPKAM MASUK

KEPKAM
Laporan, Tuan!
(Yang dua mengangguk, yang satu idem. tuan idem)
Ada keajaiban, Tuan

YANG DUA
Ada keajaiban, Tuan

YANG SATU
Ada, Tuan

TUAN (Melotot)
Jangan macem-macem!

YANG SATU (Melotot)
Jangan macem-macem!

YANG DUA (Melotot)
Ngomong yang jelas!

KEPKAM
Jelas sekali tuan. Saksi-saksi berdiri di belakang saya

KOOR
Ya, Tuan

KEPKAM
Bukan saja saya takut dipecat tapi terutama demi sumpah jabatan, Tuan

KOOR
Ya, Tuan

KEPKAM
Betul-betul ajaib, Tuan

KOOR
Ya, Tuan

YANG DUA
Ya ajaib bagaimana?

KEPKAM
Tiba-tiba semuanya berkarat, Tuan

YANG DUA
Tiba-tiba semuanya berkarat, Tuan

YANG SATU
Tiba-tiba semuanya diam, Tuan

TUAN
Apanya yang tiba-tiba?

YANG SATU
Apanya yang tiba-tiba?

YANG DUA
Bagaimana mungkin?

KEPKAM
Tuan bisa periksa sendiri. Kemarin tidak bahkan tadi malam segala sesuatunya masih beres. Tadi pagi tiba-tiba semuanya berubah. Semua mesin berkarat dan macet. Malahan sepeninggal saya tadi, tembok-tembok mulai berlumut, Tuan

YANG DUA
Mulai berlumut, Tuan

YANG SATU
Mulai, Tuan


TUAN
Ha?

YANG SATU
Ha?

YANG DUA
Ha?

DAN SETERUSNYA. SECARA BERANTING MELAKUKAN HAL YANG SAMA. DAN KEMUDIAN SEKETIKA TUAN MENJELMA MENJADI KINGKONG DAN YANG LAIN-LAINNYA ADALAH JENIS-JENIS KERA YANG LAIN! MEREKA SEMUANYA KELUAR.
SEMAR BANGKIT

SEMAR
Para penonton, jangan sekali-kali mengira atau malah megharapkan peran saya habis. Peran saya tidak akan pernah habis. Wong saya rakyat, he!

SAMBIL KETAWA SEMAR PERGI DAN KEMUDIAN SECARA SERENTAK LAMPU-LAMPU PENONTON PADAM. GELAP MUTLAK

1. MUSIK: TCAHIKOVSKY
2. LALU ADALAH SUARA HIRUKPIKUK. ANTARA SATU SUARA DENGAN SUARA YANG LAIN ATAS MENGATASI. DI TENGAH SUARA YANG KAYAKNYA SEMACAM KEHEBOHAN ITU TERDENGAR ADA JUGA
3. SIRINE SEMAKINLAMA SUARA-SUARA ITU SEMAKIN MEMEKAKAN. DAN TIBA-TIBA SUARA-SUARA ITU LENYAP SERENTAK KETIKA KEDENGARAN SUARA-SUARA SEMPRITAN
4. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN KEDENGARAN LAGI SUARA-SUARA BAYI MENANGIS. LALU SUARA-SUARA BAYI JUGA LENYAP KETIKA MEDENGARKAN SUARA-SUARA SEMPRITAN
5. SIRINE

KETIKA LAYAR NAIK LAMPU MASIH PADAM. BARU KEMUDIAN SEDIKIT DEMI SEDIKIT PENTAS MENJADI AGAK TERANG OLEH CAHAYA KEHIJAUAN SUASANA SANGAT SEPI SEKALI UNTUK BEBERAPA SAAT. LALU

MUNCUL SEORANG PEKERJA SECARA BERGEGAS DAN BERSIKAP HATI-HATI SEKALI. PANDANGANNYA SANAGT CURIGA KE SETIAP SUDUT. IA LALU MENGAMBIL TEMPAT BERDIRI DAN BEBERAPA KALI IA AKAN BERSIN DAN BEBERAPA KALI IA JUGA BERUSAHA MENGGAGALKANNYA. DAN BERHASIL.

LALU MUNCUL LAGI YANG LAIN MELAKUKAN YANG HAMPIR SAMA TAPI TANPA BERSIN. LALU YANG LAIN LAGI. DAN SETERUSNYA. LAMA-LAMA PENTAS PENUH OLEH MEREKA. LALU MUNCUL DARKA. ORANG-ORANG MAU MNEGERUMUNINYA TAPI DIA MEMBERI ISYARAT SUPAYA TETAP DI TEMPAT MASING-MASING. TIBA-TIBA SEMUANYA PENGIN BERSIN DAN DARKA CEMAS SEKALI. ORANG-ORANG BERUSAHA SEKUAT TENAGA UNTUK MENGGAGALKAN KEINGINAN YANG AKAN MENIMBULKAN SUARA ITU. AKHIRNYA BERHASIL JUGA

DARKA MENYALAKAN SEBATANG ROKOK KRETEK LALU IA MENYERAHKAN ROKOK ITU KEPADA ORANG YANG PALING DEKAT DAN ORANG ITU MENGHISAPNYA DALAM-DALAM. DAN SETERUSNYA ROKOK ITU PINDAH DARI SATU MULUT KE MULUT BERIKUTNYA. KELIHATAN SUASANA TEGANG TADI AGAK SEDIKIT KENDOR

SAYUP-SAYUP KEDENGARAN SUARA SANDEK MENYANYI. DARKA CEMAS. ORANG-ORANG JUGA CEMAS. SUARA NYANYIAN SANDEK SEMAKIN JELAS DAN SEMAKIN NYANYIAN ITU JELAS SEMAKIN DARKA CS MENJADI JADI CEMASNYA. LALU MUNCUL SANDEK SAMBIL TERUS MENYANYI GIRANG SEKALI. BURU-BURU DARKA MENYEKAPNYA. MULUTNYA DISUMBAT

SANDEK
Makdirodok!

DARKA
Makdipike lu! Nyanyi!

SANDEK
Emangnya kenapa kalau nyanyi?

SESEORANG
Rendah sekali kesadaran politiknya

YANG LAIN
Kalau masih terus mbacot, gua bacok lu!

YANG LAIN-LAIN JUGA BERSUNGUT-SUNGUT

DARKA
Tenang
(Orang-orang kembali tenang)
Sandek, mulai sekarang kita harus hati-hati

SANDEK
Hati-hati sih hati-hati tapi masak nyanyi juga mesti pake aturan

DARKA
Jangankan nyanyi! Bahkan bersin kalau perlu kita urungkan

SANDEK
Kelewatan amat

DARKA
Itu yang namanya politik. Apa boleh buat. Camkan betul-betul sekarang. Kita harus tahu timing

SANDEK
Darka, lu jangan macem-macem

DARKA
Sama sekali. Semua ini wajar-wajar saja. Maksud saya kalau memang aksi-aksi kita harapkan sukses kita harus punya cara

SANDEK
Cara?

DARKA
Ca – ra. Tahu artinya?
(Sandek geleng kepala)
Ca – kar – ra – hasia

LALU KEDENGARAN SUARA-SUARA MENGAUM. MEREKA KETAKUTAN, LALU MEREKA KERJA. SIRINE. MAKAN. SIRINE. KERJA. SIRINE. MELOHOK. SIRINE. MELOHOK. SIRINE. DIAM SAJ. SIRINE. DIAM SAJA. SIRINE. MEREKA YANG SEKETIKA MENJADI TUA KELUAR DARI PABRIK DAN KEMUDIAN DUDUK JONGKOK DEPAN PABRIK. SAYUP-SAYUP KEDENGARAN SUARA BAYI MENANGIS

HERAN SEKALI PERASAAN TUANCS KETIKA MEMASUKI PENTAS YANG JADI SEPERTI ITU. MEREKA LANGSUNG MASUK KE PABRIK DAN MEMERIKSA MESIN-MESIN YANG KARATAN ITU DAN DINDING YANG LUMUTAN ITU

TUAN
Semua karatan

YANG SATU
Semua karatan

YANG DUA
Semua karatan

KEPKAM
Semuanya sekarat!

MENEJER
Semua sekarat!

TUAN
Semua lumutan

YANG SATU
Semua lumutan

YANG DUA
Semua lumutan

KEPKAM
Semuanya lumut!

MENEJER
Tapi bukan humus

TUAN
Coba hidupkan salah satu mesin

YANG SATU
Coba hidupkan salah satu

YANG DUA
Coba hidupkan salah

KEPKAM MENCOBA MENGHIDUPKAN SALAH SATU MESIN SECARA SALAH DAN TAK MAU HIDUP. MENEJER MENCOBA JUGA GAGAL

YANG DUA
Fah! Menghidupkan mesin saja tidak! Coba!

YANG DUA SEKERAS TENAGA MENCOBA TAPI GAGAL JUGA

YANG SATU
Fah! Menghidupkan mesin saja tidak! Coba!

TUAN
Tidak hidup!

SEMUA SEMAKIN HERAN

YANG SATU
Ilmu tidak boleh macet!

YANG DUA
Bandel! Bandel!

IA MEMUKUL-MUKUL SALAH SATU EMSIN LALU KESAL DAN MENANGIS. SEMUA MELAKUKAN HAL YANG SAMA

YANG DUA
Jangan cengeng hei kaum nomad. Inovasi demi sinovasi akan mengatasi setiap stagnasi

YANG SATU
Lama-lama kita dimainkan mereka. Kita disepak-sepak oleh pola yang kita ciptakan sendiri

TUAN
Tidak. Kepalaku bukan berisi angina!

YANG DUA
Diam, saying. Penggemar-penggemar ilmu di berbagai pusat penelitian dan perguruan tinggi akan menciptakan mainan-mainan baru yang paling menakjubkan

YANG SATU
Kemarin sudah saya ludahi boneka beruang saya!

SEMUA
Sayang…

LALU ISYARAT-ISYARAT ANEH! DAN SETERUSNYA SAMA! YANG SATU MENCOBA DENGAN SEGALA AKALNYA TAPI GAGAL JUGA

TUAN
Fah! Menghidupkan mesin saja

TUAN JUGA GAGAL

TUAN
Tidak hidup

SEMUA SEMAKIN HERAN. LALU KEDENGARAN BUNYI-BUNYIAN YANG MERDU NAMUN AGAK ANEH

KEPKAM
Paduka datang, Tuan

MENEJER
Paduka datang, Tuan

YANG DUA
Paduka datang, Tuan

YANG SATU
Paduka, Tuan

TUAN
Cilakak! Kita tidak bisa selamat kalau tidak mampu mengatasi keadaan ini. Beliau pasti murka. Lakukan sesuatu! Lakukan sesuatu! Jangan semua menjadi menejer!

YANG SATU (IDEM)

YANG DUA (IDEM)

MENEJER (IDEM)

KEPKAM
Sabotase! Sabotase!

MENEJER
Kenapa?

KEPKAM
Semua pekerja hilang!

MENEJER
Semua pekerja hilang?

KEPKAM
Lihatlah! Tak sepotong pun. Mesin-mesing yang berkarat itu seolah sudah satu abad ditinggalkan mereka

MENEJER
Waktu kita masuk tadi mereka ada tidak?

KEPKAM
Lupa pak. Sebentar, saya ingat-ingat

BUNYI-BUNYIAN YANG ANEH ITU SEMAKIN JELAS KEDENGARAN

MENEJER
Tidak usah diingat-ingat. Boleh saja tadi mereka tidak ada kan? Yang penting sekarang mereka harus ada

KEPKAM
Tapi di mana?

PARA PEKERJA
Di sini

KEPKAM
Kunyuk! Kunyuk!

MENEJER
Kok mereka di luar. Apa sekarang waktu istirahat?

KEPKAM
Kunyuk! Kunyuk!

MENEJER KAGET MELIHAT WAJAH-WAJAH PEKERJA ITU

MENEJER
Loh! Loh! Apa-apaan ini!?

KEPKAM
Kalian jangan maen-maen! Tidak mungkin secara tiba-tiba kalian menajdi tua seperti ini. Apalagi bersama-sama!

MENEJER
Mereka karatan juga!

KEPKAM
Dengar baik-baik. Kalian boleh bergurau tapi harus tahu waktu. Sekarang waktu kerja

MENEJER
Mereka lumutan juga

KEPKAM
Kalau masih diam saja. Oke. Kalian serius kalau begitu. Oke. Tapi cobalah bicara. Oke!?

MENEJER
Ya, bicara! Setidak-tidaknya kalian sendiriharus bisa menjelaskan keajaiban ini kalai memang ilmu tidak bisa

KEPKAM
Tidak juga mau bicara?

MENEJER
Bicara dong!!!

TIBA-TIBA PARA PEKERJA YANG TUA RENTA ITU TERKULAI DAN MATI SEMUA

TUAN CS
Cilakak! Cilakak!

KEPKAM
Kalau mereka mati sekarang bisa kita pastikan bahwa mereka serius

MENEJER
Tidak ada gunanya mereka serius kalau mereka sekarang mati. Sebentar-sebentar. Tapi bagaimana bisa?

KEPKAM
Saya juga tadi bertanya begitu. Bagaimana bisa mereka menjadi tua bersama-sama secara tiba-tiba? Sekarang saya tahu. Kamu tahu kenapa?

MENEJER
Saya kira ini keajaiban yang lain setelah….

KEPKAM
Bukan. Ini Cuma masalah gizi!

BUNYI-BUNYIAN ANEH ITU SEMAKIN JELAS LAGI

KEPKAM
Ini semua sama sekali hanya peristiwa biasa saja, coba saja perhatikan keterangan saya baik-baik. Secara kronologis. Mula-mula

MENEJER
Kita saksikan bersama para pekerja menjadi tua secara tiba-tiba dan secara bersama-sama, padahal kemarin…

KEPKAM
Semua peristiwa itu menyebabkan kita merasa heran karena kita merasa ada sesuatu yang berubah pada waktu. lalu

MENEJER
Secara sabar kita mencoba mengajak mereka berunding supaya segala sesuatunya menjadi

KEPKAM
Kliiir! Tapi mereka tetap membangkang dan menjengkelkan dan lama-lama saya kehilanan kesabaran saya. Lalu

MENEJER


KEPKAM


MENEJER TIDAK BISA MENERUSKAN KALIMAT ITU

KEPKAM
Lalu saya racun mereka semua! Mati kan!?

MENEJER
Racun? Kok kamu racun sih?

KEPKAM (Marah)
Lalu, apa mesti saya tembak satu-satu? Tidak tahu efisien! Menejer lulusan mana kamu?

MENEJER
Tapi saat sekarang kita memerlukan mereka, babi! Terpaksa saya kasar karena kamu juga kasar. Kita memerlukan mereka karena pabrik-pabrik harus berproduksi, ekonomi harus berputar, semuanya harus berputar. Kamu tahu kalau di luar kita berhenti berputar, maka kita sendiri terpaksa harus berputar!

KEPKAM
Semua akan tetap berputar! Camkan ini! Dan saya porosnya! Benar kita sementara ini masih memerlukan mereka. Sementara ini

MENEJER
Sebentar-sebentar

KEPKAM
Tapi sekali pun demikian, sekalipu kita masih memerlukan mereka, kita masih tetap pada kedudukan yang menentukan. Bukan mereka, bukan juga yang…. Pkoknya bukan merak! Meja makan kita akan tetap menjadi penentu harga mereka

MENEJER
Sebentar, sebentar. Anda ini siapa? Kok bicaranya jadi berubah?

KEPKAM
Sejarah telah membuktikan dan masa depan juga akan membuktikan tesis saya bahwa kapitalis tetap akan memegang tampuk pemerintahan di mana-mana. Barangkali dan bukan tidak mungkin kapitalis akan meminjam nama lain, bahkan bukan mustahil ia akan tampil sebagai seorang komunis atau seorang sosialis! Tesis saya yang kedua; kaum pekerja tetap hanyalah kaum pekerja, kaum melarat tetap kaum melarat yang terseok-seok di lorong-lorong kota dari abad kea bad yang mulutnya bau minuman dan pakaian bau apek malam yang lembab yang syarat dengan impian-impian dan poster-poster!

MENEJER
Maaf….

KEPKAM MENGAUM TIBA-TIBA BERSAMAAN DENGAN BUNYIA-BUNYIAN ANEH ITU SEMAKIN NYARING. LALU KEPKAM SEKETIKA BERUBAH MENJADI YANG DIPERTUAN. MENEJER HISTERIS SAKING KAGETNYA, SEGERA LAPOR KEPADA MAJIKAN-MAJIKANNYA DAN SEKETIKA SEMUANYA JADI HSITERIS!

TUAN CS
Paduka…..

NELSON
Capek ah!

DARKA
Tahan! Politik itu pada dasarnya seni bertahan

DOLF
Kita lama-lama bisa mati kehausan!

DARKA
Mungki kita juga mati kelaparan! Itu sama sekali bukansesuatu yang aneh. Ini politik kawan-kawan, politik. Secara popular dikenal sebagai politik praktis!

AAM
Dalam rasa bahasa Indonesia istilah praktis juga mengandung pengertian efisien, ekonomis, gampang dan lain-lainnya. Perhatikan dan lain-lainnya

KOOR
Dn lain-lainnya!

SANDEK
Apaan kita ini? Kursus politik apa kuliah kita ini? Lapar tahu tidak? Perut saya lapar! Ini lebih praktis daripada politik praktis! Diskusi rapat diskusi rapat! Tai kucing! Sekarang jawab pendek saja. Sampai kapan kita nongkrong di sini? Sampe kita berak batu?

BAMBANG
Sampai kita berak usus?

NELSON
Kok Darka diam saja

AAM
Diam juga satu sikap politik yang kadangkala keampuhannya laksana lweekang aliasa tenaga dalam

BERLIN (Maki dalam bahasa daerah, lalu pergi)

AAM
Saraf kawan kita itu tidak begitu cocok buat politik. Sarafnya lebih cocok buat seorang prajurit!

SANDEK
Kamu tidak bisa bersikap diam terus menerus, Darka! Kita sudah hampir tiga hari tidak menerima gajian!

BAMBANG
Saya kira kita sedang tertipu atau sebenarnya kita pada posisi kalah tapi kita tidak sadar. Coba saja! Sejak kita mo… maksud saya nongkrong di halamana pabrik ini tidak ada satu pun kemajuan kita kecuali kita punya rasa lapar. Dan sampai hari ini tidak sepotong pun utusan-utusan tuan-tuan dan bapak-bapak itu muncul. Dianggap apa kita ini?

DOLF
Lama-lama kita bisa masuk angin!

SEMUA MENGGERUTU

AAM
Stop sebentar!

(Semua mendengarkan)

Waspada! Perpecahan sedang memulai prosesnya! Virusnya bernama rasa saling mencurigai!

LALU DARKA YANG MERASA KESEL PERGI BEGITU SAJA. TEMAN-TEMANNYA MELOHOK TENTU

NELSON
Kok malah pergi dia?

AAM
Itu namanya langkah politik

LALU SEMUA PERGI KE ARAH DARKA PERGI. LALU MUNCUL SEMAR

SEMAR
Kalau ada lakon politik di Jakarta ini, pasti ngaco karena tokohtokohnya semua kacobalo. Jadi ya maaf saja. Maaf, mereka mau melanjutkan adegan tadi

SEMUA PERGI KETIKA DARKA CS MUNCUL LAGI

DARKA
Kalian tahu berapa jumlah rambut saya?

(Semua menggelengkan kepala)

Maksud saya jumlah rambut saya semua yang tumbuh di sekujur tubuh saya, baik yang terbuka maupun tertutup?

(Semua menggelengkan kepala)

Sekarang, coba kalian hitung. Satu juta, lima ratus, tujuh puluh lima pangkat sembila ratus sembilan puluh sembilan kali seluruh jumlah rambut dan bulu yang tumbuh di sekujur tubuh saya, baik yang terbuka maupun yang tertutup

(Semua melohok)

Nah, itulah jumlah kata-kata yang saya miliki saat ini. Jadi jelas kalau saya bersikap tadi sama sekali bukan karena saya tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian. Saya diam karena kalian emosionil! Pertanyaan-pertanyaan kalian bukan berasal dari pikiran tapi berasal dari perut! Paham!?

SEMUA PAHAM, MENANGGUK. MUNCUL BERLIN

CHARLIE
Hei, darimana kau?

BERLIN
Apa perlunya kamu tahu? Apa tidak boleh orang punya rahasia? Masyarakat apa itu?

AAM
Haknya dilindungi Undang-undang dunia

SANDEK
Sudahlah! Berhenti kalian saling interupsi. Kacau jadinya!

SEMAR (Ketawa)
Apa saya bilang tadi?

SANDEK
Kau juga tutup mulut Semar!

DARKA
Siapa yang lapar?

SEMUA NGACUNG

SANDEK
Sudah jelas tahu, Tanya!?

DARKA
Ini penting, Sandek. Politik selalu memerlukan kekompakan. Dan kesadaran akan keadaan kita tadi penting bagi penyegaran rasa lapar kita

DOLF
Punya balsam? Saya pusing

DARKA (Membentak)
Semua kita lapar! Keluarga kita semua lapar! Tetangga-tetangga kita semua lapar! Karena apa, saudara-saudara? Karena apa? Karena gaji kita tidak cukup. Karena itulah kita mo…. Maksud saya kita nongkrong di halaman pabrik ini dengan harapan tuan-tuan dan bapak-bapak mengerti isyarat-isyarat yang sedang kita sampaikan secara diam-diam

SANDEK
Tapi sama sekali mereka tidak bereaksi?

NELSON
Mereka diam!

DOLF
Ilalang tumbuh di mana-mana!

NELSON
Dinding-dinding kantor dan gudang itu telah berubah warna oleh lumur yang tumbuh secara cepat

DARKA
Percayalah, kawan-kawan. Pengorbanan kita tidak akan sia-sia. Tuan-tuan dan bapak-bapak tidak akan terus-terusan diam. Kebutuhan mereka akan uang lebih daripada kebutuhan kita. Dan kebutuhan mereka hanya akan dapat dipenuhi apabila ekonomi berputar dan ekonomi berputar apabila berproduksi, produksi berputar apabila kita bekerja. Kita adalah poros perputara jagat kehidupan ini! Camkan ini!

LALU SERENTAK MATA MEREKA MENYALA.
LALU MUNCUL SEMAR MEMBAWA SELEMBAR PAPAN DAN PALU DAN PAKU. DENGAN TENANG IA MEMALANGKAN PAPAN ITU PADA PINTU DAN MEMAKUNYA. TENTU SAJA DARKA CS KAGET

SANDEK
He, he! Kok dipaku!

SEMAR
Ya ndak tahu. Saya Cuma orang suruhan. Kalau mau Tanya pergi saja ke rumah tuan Enggahardjoprojo

KAKARES
Tidak usah. Lebih baik kalian dengarkan keterangan saya baik-baik dan bersikap sabar

SANDEK
Lebih baik kita langsung menemui mereka daripada…

DARKA
Sandek!

SANDEK MENENANGKAN DIRINYA

KAKARES
Sebelumnya boleh saya tahu siapa pemimpin kalian?

DARKA
Sandek, pak. Ini orangnya

SANDEK PLONGAPLONGO SAJA MULA-MULA

KAKARES
Selamat siang

DARKA
Itu mungkin saja, Sandek. Cuma caja pengetahuan kamu belum sampe

SANDEK
Ini gila-gilaan!

KAKARES
Saya minta apa tadi? Dengarkan baik-baik dan sabar

SANDEK
Tidak masuk akal!

DARKA
Sandek, pakai otakmu. Saya kira siapa pun tahu bahwa sudah sejak tiga bulan yang lalu pabrik senen-kemis kegiatannya. Jadi kalau sekarang pabrik dinyatakan pailit…

SANDEK
Jangan teruskan dulu, Darka. Bukankah kamu yang mengatakan bahwa pabrik kita jaya dan kalau ada pengendoran produksinya pasti disebabkan kesengajaan dari pihak manajemen karena menyangkut soal-soal pajak

KAKARES
Jangan berdebat di sini. Lagi pula apa gunanya kalau nasi sudah jadi bubur?

DARKA
Saya yang mengatakan kamu bilang? Kamu ini sebenarnya siapa? Anak kecil atau kebo? Apakah kamu berharap bisa selamat dengan menuduh saya atau menuduh orang lain?

SANDEK LUKA!

KAKARES
Saudara Sandek, ini yang paling penting sekali ingin saya mintakan perhatian. Saudara tahu bahwa pemogokan dilarang?

(Sandek geleng kepala)

Saudara Darka, tolong Anda beri penjelasan bahwa dilarang mogok. Jelaskan juga segala sesuatunya

DARKA
Baik, pak

SANDEK
Boleh saya tanya pak?

KAKARES
Silakan. Justru pertanyaan-pertanyaan yang memelihara kami para pejabat

SANDEK
Apa bapak tahu bahwa perbandingan penghasilan….

DARKA
Kamu betul-betul kerbau, Sandek. Kalau kamu punya modal, tentu saja

SANDEK
Masalah kami masalah makan, sedangkan masalah mereka masalah hobi

DARKA
Kamu tidak jujur, Sandek. Apa kamu lupa bahwa pabrik ini juga menyediakan lapangan badminton?

SANDEK
Masalah keselamatan kerja

DARKA
Ini masalah kultur dan cuaca, Sandek. Kawan-kawan kita sendiri memang yang kurang disipli!

KAKARES
Sandek, sebagai pejabat dan terutama sebagai manusia saya memahami semua persoalan-persoalan yang kamu kemukakan. Percayalah, saya tidak akan diam. Tapi bagaimana pun harap diingat bahwa pemogokan dilarang

SANDEK
Oni!!!

LALU DARKA MENEMUI KAWAN-KAWANNYA DEN BERPIDATO DAN LALU SANDEK YANG HISTERIS MENYERANGNYA. PELURU!

SANDEK (Tidak yakin)
Selamat siang

KAKARES
Saudara dan kawan-kawans saudara terlambat

SANDEK
Apanya yang terlambat pak?

KAKARES
Semuanya. Semuanya. Coba perhatikan rumputan dans emak belukar itu

SANDEK
Apa hubungannya, pak?

KAKARES
Saya tidak tahu bagaimana cara yang sebaiknya untuk memberitakan kabar buruk ini

SANDEK
Kabar buruk apa, pak?

KAKARES
Perusahaan di mana saudara dan kawan-kawan saudara bekerja telah dinyatakan bubar alias pailit

SANDEK
Bagaimana mungkin?

DARKA
Mungkin saja, Sandek. Cuma saja kamu punya pengetahuan belum sampai

KAKARES
Segala sesuatunya sudah diurus, termasuk upah saudara dan kawan-kawan saudara. Plus jumlah pesangon hak saudara dan kawan-kawan saudara

KAKARES TERUS SAJA BERBICARA TANPA SUARA SEMENTARA SANDEK CS KEMBALI BERBARIS DAN BERSILA LAKSANA PETAPA TUA. DARKA MENYALAKAN ROKOK. SANDEK LALU BERDIRI

SANDEK (Meraung)
Bapa!!!

TIBA-TIBA TERDENGAR BUNYI LETUSAN SENAPAN DAN SANDEK TERKULAI

WASKA (Meraung)
Sandek!!!

HATI-HATI SEMAR MEMBARINGKAN TUBUH SANDEK. MUNCUL ONI YANG MENANGISINYA. DARKA MENDEKATINYA

SEMAR
Sandiwara belum berakhir, para penonton

ONI
Sandek, masa depanku, pikiran-pikiranku yang mulai bekerja, bola mataku yang merefleksikan segala impian yang indah-indah para remaja di seluruh dunia….

SEMAR
Yang panjangan lagi tangismu, Oni. Nisacaya mayat itu akan berubah menjadi hantu. Ucapkan baik-baik. Han-tu!

ONI (Sedaih sekali)
Sandek, rohaniku rindu. Dagingku rindu

SEMAR
Tangismu terlalu dalam, bagaikan cintamu kepadanya. Jangan, Oni, jangan dalem-dalem nanti kelep. Banyak sekali kisah cinta yang dimulai dengan adegan-adegan yang mengisyaratkan lakon-lakon tragedy ala Yunani tapi ternyata Cuma lakon-lakon melodrama picisan saja. Di dalam lakon-lakon konyol itu hampir-hampir tidak ada psikologi dan kalau pengarangnya mencoba-coba berfilsafat pasti ngawur belingsatan mantiknya

ONI
Biarin, Semar. Biarin. Apalah warna dan jenis cintaku, apalah penilaian orang atas kadar cintaku, aku tak peduli. Aku hanya peduli apabila cintaku tetap bernama cinta yang kadang-kadang cengeng…. Sandek….

SEMAR
Ya terserah….

ONI
Kok Sandek gak bangun-bangun juga, Semar. Sudah empat puluh hari saya menangis

TIBA-TIBA MUNCUL IBU SANDEK YANG SELALU MENYALA MATANYA ITU

IBU SANDEK
Kalau ia betul-betul mati dan tidak bangun-bangun lagi, saya akan cincang-cincang badannya, akan saya gecek-gecek batok kepalanya. Akan saya iris-iris kedua lengannya! Pemuda cengeng! Gampang sekali mati. Mana lautmu, Sandek. Lautmu!?

SAMBIL MERAUNG, SANDEK BANGKIT. YANG LAIN-LAIN JUGA BANGKIT

SANDEK
Laut! Laut!

WASKA
Langit! Langit!

KEDUANYA SAMA-SAMA MERAUNG

SANDEK
Kami adalah anak laut

KOOR
Yang kehilangan laut!

SANDEK
Kami anak sawah

KOOR
Yang kehilangan sawah!

SANDEK
Di laut mereka perompak, di darat mereka perampok. Sekarang bangkit!

KOOR
Hura!!!

SANDEK
Kita rompak perompak!

KOOR
Hura!!!

SANDEK
Kita rampok perampok!

KOOR
Hura!!!

SANDEK
Kita rebut kembali apa yang mereka rebut! Meja makan mereka kelewat besar ukurannya. Piring-piring mereka terlalu banyak jenisnya. Sendok-sendok mereka terlalu banyak jumlahnya. Lambung mereka gudang penimbunan makanan dan kuburan missal saudar-saudara kita yang miskin!

DARKA
Sandek! Jaga mulutmu, kecuali kalau kamu penegin diterkan mulutmu sendiri. Dlam taktik politik….

SANDEK
Aku sedang tidak berpolitik, aku sedang marah!

IBU SANDEK
Oni, mataharimu terbit lagi. Lautmu menggelora lagi!

ONI
Sandek, hutanku yang terbakar!

WASKA (Meraung)
Sandek!!

SANDEK (Meraung)
Bapak!!!

WASKA
Mau kemana anak sombong!? Petantang-petenteng seperti kamu saja yang punya dunia!

SANDEK
Memang saya yang punya dunia. Sandek!

ONI
Dan Oni!

WASKA
Dan kamu yang merasa sebagai pemilik dunia sekarang, sesumbar dengan kata-kata besar! Cuah! Apa yang akan kamu lakukan?

KOOR
Merompak apa yang mereka rompak!
Merampok apa yang mereka rampok!

WASKA
Cuah! Kuno!

SANDEK
Bapak yang kuno! Tua!

WASKA
Anak sundel!

SANDEK
Memang saya anak sundel yang dibesarkan sundel dan bapa adalah tokoh gagal yang dipelihara oleh suatu sistem yang gagal sejak pangkalnya!

WASKA
Dengar dulu, mulut besar! Kamu lihat luka-luka di punggungku!? Di sepanjang ususku dan lambungku!

SANDEK
Lebih dari itu! Aku juga punya luka yang sama seperti itu di ulu hatiku, menghujam dalam menembus sampai menyentuh ruh alam semestaku! Lukaku luka badan dan luka jiwa! Luka bapa luka kere yang kehilangan harga!

WASKA
Nilai sejarahmu pasti merah di raport sehingga bisa seenaknya saja ngomong seperti orang yang sedang mengigau

SANDEK
Nilais ejarah saya sama dengan nilai ilmu bumi saya. Delapan!

WASKA
Tapi kamu tidak tamat SMP, kan?

SANDEK
Ya, karena sebagai sundel, ibu sudah keburu tua sehingga uang tidak cukup. Tapi jangan lupa saya lalu belajar sendiri dari film-film, buku-buku komik, Koran-koran, majalah-majalah, nelayan-nelayan tua, kelasi-kelasi yang suka mabuk, supir-supir, hansip-hansip, kuli-kuli, penganggur-penganggur, kenek-kenek montir, tukang-tukang kayu, tukang-tukang las dan…

Pokoknya dari semua orang. Saya juga belajar silat. Dan, bapa, ini yang paling penting dicatat; saya mengaji pada seorang kyai yang memimpin sebuah pesantren di tengah sebuah hutan gaib. Jadi jelas sekarang, pak, kalau mau formil-formilan saya ini seorang Ph.D dalam pengertian yang murni

WASKA
Cara kamu ngomong memang cocok dengan kemetahanmu. Tapi baiklah, kalau memang demikian luas pengetahuan kamu tentunya kamu dapat membaca secara baik biografi bapakmu

SANDEK
Membaca biografi adalah salah satu hobi saya yang paling menyita waktu. Dan menurut saya biografi bapa termasuk salah satu buku yang paling menarik. Saya telah membacanya lebih dari tiga kali

WASKA
Dan kamu juga tahu bahwa saya masih hidup?

SANDEK
Semua pembaca tahu. Bahkan saya juga tahu bahwa bapa saat sekarang sedang mengarungi angkasa luar mencari istirah karena bosan hidup, karena proses menua dalam diri bapa telah dimacetkan oleh penemuan ilmu satu abad yang lalu

WASKA
Lalu kesimpulan apa yang bisa kamu tarik sekarang?

SANDEK
Bapak adalah tokoh gagal. Bapak adalah boneka zaman!

WASKA
Salah, Sandek. Seharusnya kamu sampai pada kesimpulan ini. Waska belum tamat riwayatnya. Belum selesai. Masih satu dua jilid lagi biografinya

KOOR
Waska

WASKA
Saya belum menjadi tokoh mati dan tidak akan menjadi tokoh mati!

SANDEK
Tapi paling tidak, bapak adalah tokoh tua

WASKA
Otot dan otakku tidak pernah tua. Jangan lupa itu. Mau coba?

LALU MEREKA PANCO. MEREKA SAMA KUAT

WASKA
Anak-anakku

KOOR
Ya, bapa

WASKA
Urungkan rencana kalian. Perampokan hanya akan diikuti oleh perampokan yang lain dan hanya akan membuahkan kegelisahan

SATU DEMU SATU MEREKA MENINGGALKAN WASKA, RANGGONG DAN BOROK LAHAK LOHOK. SANDEK KERAS SEKALI LAKSANA SEBONGKAH BATU!

WASKA
Anak-anakku….
(Tak ada sahutan)
Anak-anakku….
(Tak ada sahutan)

RANGGONG
Bapa

BOROK
Bapa

WASKA
Mereka tidak mau dengar kita, Ranggong. Mereka melupakan kita

RANGGONG
Komunikasi kita putus sama sekali, bapa

BOROK
Bapa

RANGGONG
Sama sekali tidak ada sinyal. Tidak ada juga dalam bentuk suara, tidak juga dalam bentuk cahaya, bapa

WASKA
Kita sedang memasuki lapisan hening

BOROK
Bapa

RANGGONG
Bapa

WASKA
Saya ingin sekali membantu mereka

RANGGONG
Tapi, kita tidak boleh berhenti, bapa. Paling tidak kita harus mencapai Saturnus dan istirahat sebentar di sana

WASKA
Saya harap mereka selamat

BERTIGA
Berlapis-lapis awan
Kita tembus
Berlapis-lapis
Tak habis-habis

PAUSE

SANDEK
Eli, Eli lama sabakthani!

PAUSE

SUARA IBU ONI (Histeris)
Oni! Oni!

SANDEK
Ibumu, Oni

ABEP
Oni! Oni!

JOHAN
Ada apa? Ada apa?

ABEP
Ibumu kumat lagi, Oni! Dia betul-betul ngamuk! Semua tetangga sedang mencoba membelenggunya

ONI
Ibu!

SANDEK
Oni!

IBU SANDEK
Sandek!

BERSAMA ABEP DAN JOHAN MEREKA PERGI. DAN KETIKA YANG LAIN-LAIN MAU PERGI JUGA

DARKA
Sebentar! Jangan dulu bubar!

(Orang-orang mengerumuni Darka)

Camkan nasihat saya. Jangan sekali-kali terpengaruh tempramen Sandek. Dia terlalu emosionil. Kita semua bisa celaka oleh grasa-grusunya. Dan di atas semuanya adalah kepercayaan kalian atas diri saya. Percayalah. Saya akan memperjuangkan nasib saudara-saudara. Saya adalah saudara-saudara. Saudara-saudara adalah saya. Saya akan mencoba menemui tuan-tuan dan bapak-bapak majikan. Percaya, saudara-saudara?

SEMUA
Percaya

DARKA
Besok kita bicara lagi

LALU MEREKA BUBAR. PENTAS KOSONG SEBENTAR. LALU MUNCUL DARKA. IA MENYALAKAN ROKOK. IA MELEMPARKAN ROKOK ITU DAN LALU MENGAUM SAMBIL PERGI

SEMAR
Sandiwara baru mulai, para penonton. Sebentar.

MUNCUL PADUKA CS

SEMAR
Selamat malam, Tuan

PADUKA
Malam

DAN SEMAR MENGUCAPKAN SELAMAT PADA SEMUANYA SATU-SATU. LALU MEREKA PERGI

SEMAR
Jangan keliaru, penonton. Mereka memang tetap mereka. Ya, tongkrongannya, ya gayanya. Tapi pabrik-pabrik mereka gonta-ganti. Maklum, mereka itu orang-orang pinter dalam bidangnya. Dagang adalah keseniannya dan tentu saja keuntungan yang sebesar-besarnya adalah tujuan utama mereka. Lalu kenapakah pabrik mereka gampang pailit? Coba terka! Sebab – ini gampang sekali – titik titik titik. Ngerti kan? Nah, sekarang mereka telah patungan lagi dan mendirikan pabrik yang baru

TIBA-TIBA MUNCUL ONI YANG KAYAK KESURUPAN MEMBAWA/ MENGACUNG-CAUNGKAN SEBILAH GOLOK. LANGSUNG IA MAU MEMBACOK SEMAR YANG SEGERA SAJA MENYELAMATKAN DIRI. ONI, SANDEK, IBU SANDEK DAN ORANG-ORANG LAIN BERUSAHA MENGEPUNYA TAPI TIDAK SEORANG PUN BERANI MENDEKATINYA. IBU ONI BETUL-BETUL KALAP. IA BACOK SIAPA SAJA YANG MENDEKATINYA

IBU ONI
Mampus kowe! Mampus kowe!

SEMAR (Yang terus ngelak dan lari)
Tolong! Tolong saya, Sutradara!

IBU ONI
Tidak peduli! Saya bacok semuanya! Mana itu babah centong? Mana itu tuan Barak? Mana itu juragan Toha? Mana itu bapak Sarwono? Mana itu tuan Prakash? Mana itu tuan-tuan dan bapak-bapak?

ONI
Ibu! Ibu! Eling ibu! Sadar, Ibu!

IBU ONI
Kamu yang harus sadar! Saya ini waras! Tahu!? Yang tidak waras itu tuan-tuan dan bapak-bapak! Ayo, mana mereka? Saya bacok-bacok semuanya! Minggi semua!

SEMUA ORANG MEMBUJUKNYA. ONI TAK HABIS-HABIS MENANGIS

SANDEK
Bu, biar Sandek yang membacok mereka. Sekarang berikan golok itu

IBU ONI
Mau nipu ya? Kamu juga pasti cecunguk tuan-tuan dan bapak-bapak itu!

SANDEK
Ini Sandek, bu. Sandek

IBU ONI
Pasti kamu bagian personalia! Cecunguk bosen tahu? Bosen! Saya ini nyi haji Mardiyah dan kebon itu kebon saya! Mana coba jalannya? Saya bukan transistor!

SANDEK
Ibu

IBU SANDEK
Hei, Nyi, mau kemana?

IBU ONI
Biar dibangun dengan beton, pabrik itu pasti hancur saya bakar! Mana jalannya! Kasih jalan atau saya bacok semuanya!

LALU AKHIRNYA DENGAN MENGGUNAKAN TALI, ORANG-ORANG BERHASIL JUGA MEMBELENGGU PEREMPUAN TUA KESURUPAN ITU. ONI MEMELUK DAN MENANGISINYA.
SEMENTARA ITU

BIGAYAH
Din!

UDIN
Ya, mpok?

BIGAYAH
Cepetan panggil dukun! Ei, Suhud

UDIN SEGERA LARI. TAK DINYANA TIBA-TIBA IBU ONI MENANGIS KAYAK ANAK KECIL

IBU ONI
Minta beras kencur. Minta beras kencur. Minta bajigur. Minta wedang jahe. Mana wedang jahe

ONI
Istirahat, bu

IBU ONI
Minta burung bangau. Minta burung bangau. Minta burung gereja. Minta burung gereja. Minta kelelawar. Minta kelelawar. Minta capung. Minta capung. Minta jangkrik. Minta jangkrik

ONI
Nyebut, bu….

IBU ONI
Haus! Haus!

IBU SANDEK (Kepada seseorang)
Cepat ambilkan air putih

(Seseorang pergi)

Oni, sebaiknya kamu yang istirahat. Sudah malam sekali. Tidurlah. Ibumu tidak apa-apa

KI SUHUD
Assalamu’alaikum

SEMUA MENYAHUT DAN MEMBERIKAN RUANG KEPADA DUKUN TUA BERKACAMATA ITU. IBU ONI BERONTAK LAGI MINTA LEPAS

IBU ONI
Pergi! Pergi! Saya bacok ntar! Pergi nggak? (Meludahi)

KI SUHUD
Kamu yang pergi! Sono! Ayo pergi! Lu, yang gua bacok! (meludahi)

ONI
Bu!

IBU SANDEK
Tidak apa-apa. Kamu diam saja

IBU ONI
Nantangin, lu ya!? Nih, Cimande! Cikalong, Silat Bugis, Silat Padang, Silat Madura, Silat Cirebon kumpul jadi satu di sini. Maju! Gua sate idung lu!

(Ki suhud memejamkan matanya)

Jangan merem-merem ayam. Pura-pura! Cecunguk siapa lu? Ee, lu mau karate? Atawa Judo? Atawa boxen? Atawa gulat gaya Romawi? Atawa anggar? Boleh! Boleh! Beli helm dulu sono! Setan sektbor lu ya!

(Sandek muncul. lalu memberikan minum kepada ibu oni yang memang rupanya sangat kehausan)

Sini minumannya, Cep. Cepetan

(Ibu Oni memuntahkan minuman itu. ki suhud masih memejamkan matanya)

Bau bensin! Bau solar! Bau pelumas! Cuah! Cuah! Mau ngeracun ya? (Lalu nangis histeris) Tulung! Tulung! Gua mau diracun! Engkong! Buyut! Moyang! Tulung! Tulung! Yai! Yai! Gua mau diracun

KI SUHUD
Bismillah. Saya persilakan saudara-saudara yang lain juga bisa ikut berdoa. Penyakit ini bukan penyakit biasa. Tapi mudah-mudahan gusti Allah akan bermurah dengan anugerah dan karunia hidayah sehingga ibu ini menjadi sembuh. Suaminya ada?

IBU SANDEK
Di langgar, tapi sedang disusul

(Bapak oni yang buta itu muncul, sandek membantunya)

Ini suaminya, Ki

BAPAK ONI
Assalamu’alaikum

KI SUHUD DAN LAIN-LAIN MENYAHUT

KI SUHUD
Silakan duduk di sini

IBU ONI
Bang… Bang….

BAPAK ONI MAU MENYAHUT TAPI DITEGOR OLEH KI SUHUD

KI SUHUD
Jangan disahut. Mari kita berdoa, saudara-saudara. Bismillah

LALU SEMUA DUDUK BERSILA. DAN BERDOA, SEMENTARA DERAS DOA ITU SEMAKIN GELISAH IBU ONI. DIA MERASA SEOLAH-OLAH SEDANG DIPECUT

ONI
Ibu!

IBU SANDEK
Yang kuat, Oni

IBU ONI KELIHATAN TERKUASAI OLEH DUKUN ITU

KI SUHUD
Tahu siapa ini?

Ibu oni mengangguk

KI SUHUD
Berani? Sembilan wali dan ratusan ki gede semuanya sedang berkumpul di sini. Ayo! Berani!?

(Ibu Oni menggelengkan kepalanya)

Sekarang, jawab ya!

(Ibu Oni mengangguk)

Siapa nama kamu?

(Tanpa suara, ibu oni menyebutkan seribu nama)

Apa mau kamu?

(Kembali ibu oni meronta-ronta dan meraung-raung, sementara orang-orang yang berdoa semakin keras)

Ayo nyebut! Nyebut!

IBU SANDEK
Nyebut, Fatimeh! Nyebut!

IBU ONI GELAGAPAN SEPERTI SEDANG KELELEP

SEMUA
Allahu Akbar!

SEKETIKA IBU ONI DAN ONI TERKEJUT

IBU SANDEK
Ki!

KI SUHUD
Belum. Tidak apa-apa. Ibu ini Cuma pingsan kecapekan. Lebih baik dibawa masuk ke dalam sekarang

LALU ONI DAN IBU SANDEK DENGAN DIBANTU TETANGGA-TETANGGANYA MEMBAWA MASUK IBU ONI

KI SUHUD
Siapa wakilnya?

BAPAK ONI
Saya, suaminya

IBU SANDEK
Temani Sandek

SANDEK
Silakan diminum, Ki

KI SUHUD
Terima kasih

SANDEK
Bisa sembuh, Ki, kira-kira?

KI SUHUD DIAM SAJA

BAPAK ONI (Batuk-batuk)
Ki

SANDEK
Keluarganya memang, seperti yang kyai maklum sangat tidak mampu. Tapi kalau Cuma motong dua, tiga ekor ayam barangkali kami bisa Bantu-bantu

KEDENGARAN SUARA IBU ONI BERTERIAK-TERIAK LAGI

SANDEK
Ki!

KI SUHUD
Sia-sia, anakku. Sia-sia. Yang mampu kita lakukan kini hanyalah berdoa. Dan memang sebaiknya kita tidak berhenti berdoa karena hidup juga pada dasarnya merupakan doa yang panjang

SANDEK
Jadi, tidak dapat ditolong lagi, Ki?

KI SUHUD
Dapat, tapi mustahil

SANDEK
Tak ada yang mustahil, Ki!

KI SUHUD
Jangan terlalu bersemangat nanti kehilangan control. Dengar saja baik-baik. Maaf, bapak buta sejak kecil?

BAPAK ONI
Barusan, Ki. Maksud saya baru beberapa tahun belakangan ini saja. Tapi saya sama sekali tidak bisa paham akan kejadiannya. Mula-mula – seperti umumnya orang sakit mata – mata saya selalu berair, belekan dan rasanya sangat perih sekali. Secara tradisionil saya obati dengan air mengadung sirih, tidak sembuh. Secara modern, saya pergi dengan rajin ke klinik pabrik tapi tetap tidak sembuh. Dengan alasan mutu serta volume kerja dan habisnya persediaan salep mata, terpaksa pabrik memberhentikan saya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, kata pepatah. Pada suatu malam sepulang sembahyang isya’, lampu di rumah mati karena kehabisan minyak sehingga terpaksa saya makan dalam gelap dan ketika mata saya kemudian tidur dalam gelap, saya mimpi mata saya buta dan paginya ketika saya dibangunkan, saya betul-betul buta….

SEMENTARA ITU IBU ONI TERUS MENJERIT-JERIT

KI SUHUD
Sabar, pak. Tawakal. Banyak ibadah. Kalau memang badan tidak mau lagi disembuhkan, kita masih punya yang lain yang namanya ruh. insyaAllah roh kita senantiasa sehat

BAPAK ONI
Amin

SANDEK
Maaf, Ki, sekali lagi saya ingin menanyakan soal penyakiy ibu Oni. Kyai tadi bilang ibu Oni masih dapat disembuhkan tapi mustahil

KI SUHUD
Dikatakan dapat disembuhkan karena Allah SWT. Pasti dapat menyembuhkan ibu itu. Dikatakan mustahil karena kita tidak akan mampu melaksanakannya. Ibu itu hanya sembuh apabila ia kembali menjadi bayi umur satu tahun lagi. Itu pun beberapa sayart tambahan. Belum lagi termasuk soal gizi dan lain sebagainya.

SANDEK
Berat sekali, Kyai

KI SUHUD
Pokoknya seperti juga bapak ini, ibu itu adalah tumbal zaman. Beratus ribu bahkan berjuta-juta orang di dunia ini pada posisi yang sama mengalami nasib yang sama. Secara kelakar, boleh kyai bilang mereka semuanya adalah korban polusi

SANDEK
Polusi apa, Kyai?

KI SUHUD
Polusi segala macam dan segala jenis. Dari udara, air, suara, bahasa, sistem…. Semuanya, semuanya (Bangkit) Menurut dongengnya, zaman kita yang serba efisien ini dibangun oleh manusia-manusia yang cacat. Manusia-manusia yang tidak lengkap dan zaman ini adalah zamannya pemarah-pemarah. Rupanya badut-badut zaman pertengahan dahulu telah menciptakan lakon banyolan yang penuh darah dengan perlengkapan panggung yang tidak tanggung-tanggung.
Kalau badut-badut itu mampu bangkit lagi dari kuburnya, pasti mereka akan meminta maaf kepada kita semua, tapi mereka tidak akan pernah bangkit lagi dan karenanya mereka tidak perlu minta maaf. Kita sekarang yang diperlukan oleh zaman ini, kita manusia. Kedudukan kita sedang gawat karena mendapat saingan luar biasa dari bayangan kita sendiri yang bernama komputer dan sejenisnya.
Bahkan peperangan antara kita pada suatu hari tanpa kita sadari digerakkan oleh mereka! Dan dibalik mereka adalah badut-badut dan anak cucu mereka yang bernama materialisme yang produknya adalah kemiskinan dan kekafiran

MUNCUL ORANG-ORANG YANG MENGUSUNG JENAZAH IBU ONI. SEMENTARA ONI DAN IBU SANDEK MENANGIS DI BELAKANGNYA. KEMUDIAN MUNCUL LAGI USUNGAN JENAZAH BAPAK ONI DENGAN SANDEK DAN KYAI DI BELAKANGNYA. LALU TAK ADA SUARA SAMA SEKALI

PAUSE

LALU SANDEK MENAIKI PUNCAK POHON DAN MENYANYIKAN TARHIM! LALU ADALAH GELAP. DAN SUARA SANDEK MAKIN LAMA MAKIN SAYUP DAN KEMUDIAN LENYAP SAMA SEKALI. MUNCUL SEMAR LANGSUNG DI TENGAH PANGGUNG

SEMAR
Tobe or not to be, to be ora not to be

DAN LALU KEDENGARAN ORAN-ORANG BERTEPUK TANGAN, SEMENTARA SEMAR DALAM KOSTUM DAN RIAS BADUTNYA MEMBUNGKUK-BUNGKUKAN BADANNYA TAK HABIS-HABIS

Saudara-saudaraku
Sandek
Kita adalah daging
Kita adalah daging
Kita adalah roh
Kita adalah roh
Kita adalah daging dan roh
Kita adalah daging dan roh
Kita adalah daging yang menuntut roh
Kita adalah daging yang menuntut roh
Kita adalah roh yang menuntut daging
Kita adalah roh yang menuntut daging
Mulai hari ini akan kita cari apa-apa yang hilang
Mulai hari ini akan kita lengkapi apa-apa yang kurang

MUSIK

Saudara-saudaraku
Sandek
Bukan semata atas nama lapar
Bukan semata atas nama perbandingan penghasilan yang kelewat tidak wajar
Melainkan atas nama kewajaran itu sendiri
Atas namaku
Atas nama laut yang semakin keruh
Atas anam bukit yang semakin gundul atas nama manusia
Pada hari ini saya serukan pemogokan semesta
Kota-kota akan diam diam serentak sejenak
Bagaikan kuburan-kuburan
Istirah sejenak dari hangar binger gemuruh mesin-mesin-mesin
Istirah sejenak dari kebudayaan
Sempatkan sejenak mendengarkan lirih suara hati nurani
Padamkan semua lampu di semua kota dan biarkan kerlip bintang-bintang menggantikannya
Kita berdoa
Kita mengaum
Kita melolong
Bapa
Aku turuti nasihatmu
Aku tidak merampok
Aku menuntut pembukuan yang wajar
Aku akan terus menjadi hatimu!

DARKA
Sandek

SANDEK
Darka

DARKA
Kamu mulai dewasa

SANDEK
Terima kasih atas buku-bukumu

DARKA
Aku masih punya banyak, Sandek

SANDEK
Semuanya sudah kucuri dan kubaca tapi semuanya tidak cukup lengkap

DARKA
Apa maksudmu?

SANDEK
Kamu akan mengerti sendiri suatu hari

DARKA
Pandanganmu pandangan permusuhan, Sandek

SANDEK
Sejak permulaan kita memang bukan kawan

LALU DARKA TERSINGGUNG DAN MENDEKATI TEMAN-TEMAN LAIN TAPI LALU KELUAR

DARKA
Tapi aku tidak akan meninggalkan diriku

SANDEK
Selamat tinggal (Keluar)

DARKA
Sandek

SANDEK
Dengan semua ini, kita akan kehilangan malam pengantin kita

ONI
Tidak, Sandek. Semua malam adalah malam-malam pengantin kita

IBU SANDEK
Ankku

SANDEK
Ibu

IBU SANDEK
Lautku

LONCENG KERJA. ORANG-ORANG AKAN KERJA TAPI

SANDEK
Stoop!

(Sepi)

Hari ini adalah hari Nya

(Sepi)

Kita berdoa

SEMUA BERLUTUT
LAMPU MENYOROTI SEBUAH MEJA PANJANG YANG TERLETAK DI DEPAN PENONTON. MEJA RAPAT. ADA BEBERAPA KURSI YANG MEGINTARINYA. TUAN SEDANG BERDIRI MEMPELAJARI SEBUAH PETA YANG TERKEMBANG DI MEJA, SEMENTARA REKAN-REKANNYA DUDUK

TUAN
Perhatikan peta ini. Dari seluruh permukaan bumi saat ini, boleh dikatakan hanya tinggal Negara inilah yang masih menguntungkan, baik dipandang dari sudut lokasi untuk beberapa jenis industri, maupun dari sudut tenaga kerja, bahkan….

YANG SATU
Itu sih tidak usah dipersoalkan lagi. Dan lagi semua itu untuk jangka waktu berapa lama? Saya sekarang sedang belajar meninggalkan cara berpikir lama yang nomadic itu. Terus terang dalam keadaan dunia yang sangat labil lantaran banyaknya goncangan-goncangan, baik politis amupun tektonis ini, saya lebih tertarik memikirkan secara fiktif kemungkinan-kemungkinan baru pada jenis usaha-usaha baru yang selama ini belum pernah kita kenal
Saya memang belum tahu apa, tapi firasat saya mengatakan berdasarkan hitungan hari – pasaran – jaman akan menelorkan jenis usaha baru yang tak terbayangkan itu sehingga saya tidak perlu berpandangan pesimis bahwa bentuk ekonomi kita yang sekarang ini akan mencapai titik jenuhnya bersamaan dengan kejenuhan yang melanda hampir segala sector kehidupan kita sehingga kita akan kehilangan hobi kita da kita kembali ke zaman batu atau bahkan sebelumnya

YANG DUA
Ngelantur dan picik cara berpikir seperti itu. Sebagai nomad, saya belum melihat tanda-tanda bahwa kita akan kehilangan daerah baru yang subur. Lihatlah langit yang terbentang luas, hai kaum pengembara. Perdagangan antar planet tidak akan lama lagi. Tidak akan lama lagi. Dan kita akan terus dengan hobbi kita sampai kita mati

MENEJER MASUK

YANG SATU
Mari kita minum bersama

KETIGANYA MINUM BERSAMA

MENEJER
Kami minta maaf, bapak-bapak. Karena rapat agak tertunda beberapa menit berhubung belum mencapai kuorum

TUAN
Kamu masih bisa dimaafkan selama beliau belum datang. Tapi kalau beliau datang nanti dan tamu-tamu yang lain belum juga hadir, kamu akan saya masukan ke dalam tungku yang membara biar jadi beton eser

YANG SATU
Lebih baik, saudara Darka saja suruh ke sini dulu. Dia yang harus lebih dulu mempertanggung jawabkan semua ini

MENEJER
Baik, pak

YANG DUA
Sebentar, jam berapa sekarang?

MENEJER
Jam sepuluh, pak

YANG DUA
Ya sudah

MENEJER
Tak ada yang lain, pak?

TAK ADA YANG MENJAWAB DAN DIA LALU PERGI

YANG SATU
Saya tetap pada pendirian saya. Daripada pusing, lebih baik saya angkat kaki dari sini

YANG DUA
Cengeng! Seolah-olah baru sekali ini menghadapi pemogokan! Renungkanlah kata-kata saya, sobat. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Jadi jangan mengambil sikap dasar dulu sebelum kita mengakhiri rapat yang belum dibuka ini

TUAN
Dan jangan lupa tenaga-tenaga di sini pada dasarnya nurut-nurut. Sebagai bangsa yang punya begitu luas daerah perairannya mereka umumnya berbintang Pisces. Gampang dibentuk dan dieluk. percayalah

KAKARES
Selamat siang

SEMUA
Selamat siang

TUAN
Tepat sekali ahli perburuhan kita datang saat kita sedang pusing

KAKARES
Saya punya obat mujarab untuk pusing

YANG SATU
Memang obat-obat yang Anda tawarkan selalu mujarab bikin pusing

KAKARES
Sebentar. Kalau tidak salah rapat belum kita mulai tetapi nada bicara Anda sudah begitu tinggi

YANG SATU
Bisa lebih tinggi kalau Anda mau. Malah bercampur ludah

YANG DUA
Daripada keburu berantem, lebih baik segera dibuka saja rapat ini.

TUAN MENGGETOKKAN PALUNYA

TUAN
Yang mau bicara langsung saja

KETIGA YANG LAIN LANGSUNG MAU BICARA. TUAN KETOK PALU

TUAN
Daripada kacau, lebih baik saya dulu yang bicara. Selaku kepala resort tenaga kerja di wilayah ini saya kira bapak tahu apa yang sedang terjadi dan untuk apa kita mengadaka pertemuan ini

KAKARES
Sebenarnya kalau Anda bersedia menawarkan sempoa perusahaan-perusahaan Anda apa yang mereka tuntut wajar-wajar saja

YANG SATU
Wajar!?

TUAN
Hemat energi. Biarlah saya yang bicara

YANG DUA
Saya saja. Sejak tadi saya belum bicara

YANG SATU
Cara Anda bicara menarik sekali, seperti penyiar radio. Dulu Anda menawarkan lokasi industri di sini dalam suatu paket yang menarik juga. Tenaga kerja murah antara lain kata Anda. Sekarang dengan gaya yang sama Anda mengatakan yang sebaliknya. Tidak! Tidak! Lebih baik, saya tutup-tutup saja pabrik saya

TUAN
Anda tidak akan bisa memutuskan tanpa mendengar Paduka

YANG DUA
Cengeng betul, sih! Dengar, hai kaum pengembara, di luar, semuanyamasih ada yang lain yang namanya waktu

SEMAR NGINTIP DI BALIK LAYAR

SEMAR
Hehehe…. Saya sang Waktu hehehe…..

(Kedengaran bunyi tambr peperangan. dan tentu saja semar jadi berhenti ketawa. ketakutan muncrat dari wajahnya)

Matahari sedang mendekati bumi. Ini gila-gilaan. Dia terlalu besar untuk kita. Saya harap ini bukan tanda-tanda kehancuran tapi suatu persenyawaan hakiki antara khalik dengan mahlukNya!

(Beberapa orang lari melintasi tempat semar itu, kayak pengungsi. dari arah lain beberapa orang lain melintas, lari juga. akhirnya banyak orang berseliweran)

SEMAR
He, bung! Darimana mau kemana?

BUNG
Dari Vietnam mau nyerbu ke tempat para pendosa!

SEMAR
He, jangan ngawur lu ya!

TAPI ORANG-ORANG SUDAH TERLANJUR LENYAP SEMUA

SEMAR
Apa hubungannya Vietnam dengan sandiwara lafstroti ini! Nggak apal dialog lu ya!?

DARKA BERGEGAS LEWAT

SEMAR
A, pasti mau ke Kanada

DARKA
Nggak

SEMAR
Kalau tidak ke Kanada pasti ke Amerika

DARKA
Nggak

SEMAR
Jangan bohong. Atau ke Perancis, ya?

DARKA
Apaan ke Perancis?

SAMBIL BICARA BEGITU, DARKA MELANJUTKAN PERJALANANNYA

SEMAR
Lalu, mau kemana, Darka?

DARKA
Rapat! (Keluar)

SEMAR
Rapat? Ibu kota Negara mana itu? Coba saya cari di peta (Keluar)

DARKA
Selamat siang

YANG SATU
Jangan selamat siang dulu!

YANG DUA
Itu gampang belakangan!

TUAN
Darimana kamu?

YANG SATU
Jangan jawab dulu!

YANG DUA
Terima dulu makian!

YANG SATU
Gaji kamu di perusahaan ini merupakan suatu penghamburan, tahu

YANG DUA
Bicara-bicara! Sandiwara kuno!

TUAN
Kamu kira benar-benar bersih tangan Pilatus?

YANG SATU
Apa gunanya kamu saya masukkan dalam staf perusahaan dengan segala macam fasilitas dan upah berlebihan

YANG DUA
Dasi sih selalu aptudet!

TUAN
Ayo jawab, darimana kamu?

YANG SATU
Cepat jawab!

YANG DUA
Mau uangnya, mau ongkang-ongkan!

KAKARES
Bagaimana kalau kita lanjutkan pembicaraan kita tadi?

YANG SATU
Jangan ikut-ikutan. Ini soal uang!

YANG DUA
Anda terima bersih saja!

TUAN
Ayo, jawab!

DARKA MASIH SAJA DIAM. MATANYA MERAH KARENA MENAHAN AMARAH

YANG SATU
Kok diam!?

YANG DUA
Kok malah merah matanya!

AAM
Diam juga suatu…..

SEMAR MEMBUNGKAMNYA DAN MENUTUP LAYAR ITU LAGI

KAKARES
Hati-hati, saya kenal betul wataknya

DARKA
Jurus silat saya jurus mati. Saya memiliki segala macam aji-aji, baik yang berupa pusaka Pandawa maupun pusaka Kurawa

YANG SATU
Ciaat!!

DIA BERSIAP DENGAN KARATE. YANG DUA DENGAN KUNGFU, TUAN DENGAN ANGGARNYA

AAM
Waspada! Perpecahan…..

SEMAR MEMBUNGKAMNYA DAN MENUTUP LAYAR ITU LAGI

KAKARES
Perkelahian tanpa musik tidak akan menarik. Percayalah. Lebih baik kita urungkan saja

KEDENGARAN BUNYI KENDANG

KAKARES
Lebih baik saya minggir

DARKA
Sebelum kita sama-sama mati sebagai ksatria yang penuh wewangian segala upacara dengarkan saya

YANG SATU
Sekarang giliran kita diam

YANG DUA
Sudah merah belum mata saya?

TUAN
Diam!!

KAKARES
Jangan kuatir para penonton. Lakon-lakon mereka selalu berakhir dengan heppi ending

TIGA-TIGA
Ayo mulai!

DARKA
Dengarkan saya. Sayar saya sekarang! Para pekerja itu sekarang sudah kembali tenang. Sandek sudah berhasil saya bujuk

YANG SATU
Ini fakta apa fiksi?

YANG DUA
Nanti tibut lagi rebut lagi

TUAN
Benar semua sudah beres, Darka?

KAKARES
Apa kata saya dulu? Mereka itu turut-nurut pada dasarnya. Penyabar. Tapi saya tetap berpendapat tuntutan mereka itu juga wajar. Dibandingkan dengan upah para pekerja di Hongkong, Singapura atau Korea Selatan

TUAN
Jangan banding-bandingkan. Para pekerja di Korea bagus-bagus dan sebab itu upah mereka juga bagus-bagus

YANG SATU
Di Jurong, seorang pekerja bisa menyelesaikan sekitar sepuluh dua puluh potong sehari, tapi di Pulogadung Cuma separuhnya, bapak! Ini masalah volume kerja. Masalah mutu. Singkat kata ini masalah dagang!

YANG DUA (menyanyikan sepotong lagu reklame suatu produk)

TUAN(Mesra)
Benar, mereka tenang, sayang?

YANG SATU
Untuk sementara, inovasi belum diperlukan, tapi ilmu itu tidak boleh macet

TIGA-TIGA NYANYI SEBUAH LAGU ATAU CAMPUR-CAMPUR LAGU REKLAME

KAKARES
Mereka itu semuanya bajingan-bajingan sinting

DARKA
Kalian semua adalah idiot, tapi saya idiot yang sadar

KAKARES
Kita semua idiot-idiot!

TIGA-TIGA (Reklame)
…. Hilang sakit perut
…. Hilang perut

DI APRON, TERJADI ADEGAN PERKAWINAN SANDEK DENGAN ONI! DI MEJA RAPAT RAME OLEH LAGU-LAGU REKLAME! MEREKA MINUM-MINUM. MEREKA MABUK, IGAUAN MEREKA IGAUAN REKLAME. AKHIRNYA MEREKA SEMUA TERKAPAR
SAYUP-SAYUP TERDENGAR BUNYI TAM-TAM. MUNCUL BERGEGAS MENEJER LALU KELUAR. MUNCUL SEMAR SEBENTAR BERDIRI

SEMAR
No komen (Keluar)

MENEJER
Bangun, pak. Bangun!

DAN STERUSNYA, YANG DUA MEMBANGUNKAN YANG SATU DAN SETERUSNYA

KOOR
Sarapan tidak boleh diganggu

LALU MEREKA SARAPAN. MENEJER BERTAMBAH CEMAS, IA MENYIMPAN BERITA PENTING

MENEJER
Kalian betul-betul tidak sopan! Kalian biadab! Kalian tidak punya perasaan! Sarapan! Tetangga-tetangga belum tentu mampu makan siang! Sarapan!

(Yang lain heran tentu)

Apa kalian piker saya sudah sarapan? Apa kalian piker saya bisa nonton kalian sarapan dengan perasaan senang? Pagi-pagi saya datang sengaja untuk mengurus kepentingan kalian, tahu? Bahkan, saya belum sempat berkumur, tahu! Nih baunya!

(Yang lain-lain tentu saja jadi muntah)

Bau wangi, kalian kira? Bacin, tahu! Bau kelaparan! Bau kelaparan

MENEJER MEMUKUL MEJA

SEMUA
Lho!?

MENEJER
Aduh. Bingung saya. Saya ini sebenarnya memerankan apa siapa. Saya jadi terpengaruh dialognya Sandek dan para pekerja itu

YANG SATU
Kamu bilang apa?

YANG DUA
Terpengaruh Sandek?

TUAN
Ada apa lagi dengan para pekerja?

MENEJER
Mereka menuntut supaya masing-masing diberi kulkas dan televise, pak

KOOR
Apa?

MENEJER
Juga mereka minta mobil-mbilan yang digerakkan bateri setiap bulan

KOOR
Apa?

MENEJER
Untuk minum, mereka minta air mineral. Pekerja-pekerja wanita menuntut diberi tunjangan ala-alat make-up buatan luar negeri. Juga mereka menuntut acara disco setiap Saturday night. Juga Juga Juga Juga

KAKARES
Ngawur! Ngawur!

YANG SATU
Dengar, bapak. Apa semua itu wajar?

YANG DUA
Yang penting cari selamat

TUAN
Took-toko kita bisa bangkrut! Pabrik-pabrik kita bisa gulung tikar! (Pukul meja) Rapat ditutup! Putusan, kita nyingkir dari sini!

BUNYI-BUNYIAN ANEH

YANG DUA
Paduka

YANG SATU
Cilakak!

TUAN
Usaha kita bisa macet di seluruh dunia kalai kita membangkang!

MENEJER
Apa dia mafia, pak?

YANG SATU
Tutup mulut!

PADUKA MUNCUL, MEREKA SEMUA BERDIRI. PADUKA BERDIRI DI APRON

PADUKA
Bencana demi bencana sedang berlangsung di mana-mana. Juga pertempuran-pertempuran dalam segala bentuknya sedang berlangsung di mana-mana. Setiap detik rupanya ada pergeseran dalam udara yang kita hirup tanpa kita sadari. Begitulah setidak-tidaknya yang terpampang di halaman-halaman depan surat kabar di seluruh dunia akhir-akhir ini.

Para peserta seminar yth.
Kita adalah pengusaha dalam segala cuaca, baik dalam suka dunia maupun dalam duka dunia. Kitalah orang-orang paling setia…. Dalam damai kita tampil secara terampil sebagai pengusaha, dalam perang kita juga secara cekatan sibuk sebagai pengusaha. Bahkan hampir tidak bisa dipungkiri bahwa kitalah penggerak sejarah karena wujud budaya yang kita cipatakan paling dekat dengan segala macam naluri insaniyah

(Para pendengar bertepuk)

Tetapi, sekalipun demikian, saya sebagai pengusaha yang telah mempunyai sejarah yang cukup panjang ingin secara keras memperingatkan saudara-saudara yang masih ingusan dalam bidang budaya ini, bahwa sejarah juga telah mencatat segala macam bentuk peperangan pada dasarnya suatu peperangan antar dua kekuatan yang saling memperebutkan kawasan-kawasan pasar. Warung-warung, took-toko, pabrik-pabrik dan seterusnya.

Apakah hanya karena soal sepele seperti pemogokan saudara-saudara akan meninggalkan suatu lokasi bisnis yang favorable ini untuk secara Cuma-Cuma menyerahkan kepada orang-orang lain yang juga telah lama mengincarnya? Apakah Anda akan meninggalkan rumah Anda begitu saja hanya karena ditakut-takuti ada hantunya? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah? Apakah?

BURU-BURU TUAN CS MENUJU POHON DAN MENGGOTONG PADUKA YANG TELAH JADI KAKU

YANG DUA
Baterainya habis

SALING MENYALAHKAN ANTARA MEREKA BERDUA. MUNCUL SEMAR

SEMAR
Sudah, sudah! Intermeso sudah habis. Lama-lama panjangan intermesonya daripada sandiwaranya.

Demikianlah, para penonton intermeso yang merupakan sumbangan dari grup lawak terkenal ibukota yang taka sing lagi. Para penonton yang budiman, sebenarnya masih ada sebuah acara sekaligus selingan sebelum kita memasuki babak berikut sandiwara kita, yaitu pemutaran film dokumenter tentang kehancuran Sodom dan Gomorah. Tapi karena alasan-alasan teknis, kami merasa menyesal sekali tidak dapat mempertunjukan film sejarah yang sangat dahsyat itu.

Adalah sebuah pengorbanan yang sangat besar buat sejarah yang telah dibaktikan kru pembuat film itu karena begitu kota-kota itu musnah dalam tumpukan-tumpukan batu yang terbakar hangus, mereka semua mati hangus satu-satu secara mengerikan.

Namun kita bersyukur kepada Tuhan, karena pada suatu hari seorang arkeolog amatir yang belum lulus SLA telah menemukan gulungan-gulungan seliloid itu di sebuah gudang di sebuah bioskop cabul di sebuah kota di Vietnam diantara selongsongan-selongsongan peluru dan sehelai celana dalam bikinan perancis yang berdarah

KEDENGARAN MUSIK HOROR. LAMPU PADAM SEMUA

SEMAR
Tuhan, apa yang terjadi?

BEGITU TAKUTNYA, SEMAR MUNDUR DAN MUNDUR SAMPAI TERSANDAR PADA PROSENIUM. SESEORANG DALAM KERUDUNG HITAM YANG BAGAIKAN ALGOJO LEWAT DALAM LANGKAH KAKU LAKSANA ROBOT. RUPANYA ORANG ITU SEDANG MENCARI SESEORANG, KARENA ITU DALAM RANGKA ROBOTNYA IA MEGITARI RUANGAN. LALU MUNCUL YANG LAIN DAN YANG LAIN LAGI SEHINGGA JUMLAH MEREKA ADA TIGA. SETELAH YAKIN TIDAK ADA ORANG YANG MEREKA CARI DI SANA, LALU MEREKA KELUAR. KETIKA ITU INGIN SEKALI SEMAR MENGIKUTI KE ARAH MANA MEREKA PERGI TAPI SEGERA IA KEMBALI BERSEMBUNYI KARENA TIBA-TIBA ORANG LAIN YANG RUPANYA ADALAH DARKA. DARKA KELUAR

PERLAHAN DAN HATI-HATI SEMAR MENGINTIP APA YANG TERJADI ANTARA KETIGA MAHLUK ANEH TADI DENGAN DARKA, TERKEJUT IA TIBA-TIBA

SEMAR
Saya hampir tidak percaya. Ketiga mahluk aneh yang berkerudung bagai algojo tadi adalah Frankenstein. Tiga Frankenstein. Dengan wajah mereka yang pucat keunguan, dengan pandangan mata mereka yang dingin misterius dan dengan bibir mereka yang biru kehitaman tak berdarah itu, mereka sekarang sedang bercakap-cakap dengan Darka. Mereka menyebut-nyebut Sandek. Tapi persoalan apakah yang sedang mereka bicarakan dan siapakah sesungguhnya Promoteus-pormoteus itu? Lebih baik saya tidak ikut campur

KETIKA LAYAR DIANGKAT, PENTAS KOSONG. KEDENGARAN SUARA ONI MEMANGGIL-MANGGIL SANDEK. IA SENAG MENCARI SANDEK

ONI
Sandek! Sandek!

LALU ONI TERSENYUM. IA SEKARANG TAHU DI MANA SANDEK BERSEMBUNYI

ONI
Oni tahu sekarang. Awas Oni tangkap. Janji dulu. Apa hadiahnya kalau berhasil menangkap kamu?

TIDAK ADA JAWABAN

ONI
Nggak. Nggak. Oni gak mau yang itu. Oni mau jambu air. Awas, ya! Nggak ah. Nggak mau. Bosen jambu aer. Apa ya?

TERSENYUM DIA KARENA TIBA-TIBA INGAT SESUATU

ONI
Sandek, kamu masih ingat malam itu? Percaya sekarang bahwa malam itu sangat penting buat kita? Sejak belum haid saya masih mempercayai dongeng-dongeng apa saja. Jarang lho zaman sekarang pasanga penganten yang betul-betul malam penganten. Saya beruntung sekali. Sandek?

TIDAK ADA JAWABAN

ONI
Sandek, bicara dong! Awas lho kalau Oni tangkap betul-betul Oni gelitik sampai kaku. Jawab nggak!? Satu…. Dua…. He, betul-betul nih ya!

LALU SECARA HATI-HATI, ONI MELANGKAH KE SUDUT KE BALIK PETI. LANGSUNG SAJA ONI MENGGELITIK PERUT SANDEK DAN SEMENTARA ITU MUNCUL BARISAN PARA PEKERJA

NYANYIAN
Bangun! Bangun! Dan seterusnya

MEREKA CUMA LEWAT
SETELAH ITU ONI DAN SANDEK MEMASUKI ADEGAN LAIN

ONI
Pikiran gila, Sandek! Pikiran gila! Berhenti kamu berpikir yang tidak-tidak! Mengerikan sekali

SANDEK
Saya menyesal sekali telah mengatakan semua itu secara jujur. Seharusnya segala pikiran-pikiran itu saya simpan saja dalam kepala saya sendiri

(Lalu sandek memukul-mukul kepalanya sendiri)

Lemah! Lemah! Jiwa lemah! Jiwa sakit!

ONI
Sandek! Sandek!

ROMBONGAN PEKERJA MUNCUL LAGI

NYANYIAN
Bangun! Bangun! Dan seterusnya

MEREKA CUMA LEWAT
SANDEK TERKULAI DI KURSI. ONI MEMBELAINYA

ONI
Kamu tidak bisa mengusir pikiran itu?

(Sandek menggelengkan kepalanya)

Kamu harus bisa mengusir pikiran itu!

SANDEK
Tidak bisa! Tidak bisa! Semuanya pasti akan saya lakukan persis seperti apa yang saya pikirkan. Saya harus menghentikan semuanya. Saya harus memusnahkan semuanya sejak pangkalnya

ONI
Pengecut! Lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan! Tapi sebelum sempat kamu menyentuh anak yang akan lahir ini, leher kamu sudah saya potong lebih dulu! Betul-betul belingsatan pikiranmu! Kacau!

SANDEK
Aku tidak tahu! Aku tidak tahu!

ONI
Kamu piker semua persoalan akan beres seandainya semua ayah di seluruh dunia memotong leher anak-anak mereka? Darimana kamu mendapatkan pikiran gila yang cengeng itu? Saya kira kamu telah salah membaca riwayat Ibrahim dan kisah Agamemnon!

SANDEK
Semua sedemikian kacaunya sehingga saya tidak tahu lagi mana pangkal mana ujung. Semuanya! Saya betul-betul tidak tahu darimana saya seharusnya mulai menyelesaikan semuanya!

ONI
Sandek, kenapa tiba-tiba kamu berubah menjadi anak kecil? Kamu mengecewakan sekali. Betul-betul mengecewakan!

BEBERAPA SAAT SANDEK BAGAIKAN ARCA!
LALU MUNCUL ROMBONGAN PARA PEKERJA

NYANYIAN
Bangun! Bangun! Dan seterusnya

MEREKA CUMA LEWAT
LALU SANDEK SEPERTI BARU SADAR. SEPERTI BARU BANGUN DARI MIMPI

SANDEK
Saya kira saya bermimpi tadi

ONI
Moga-moga begitu!

SANDEK
Saya kira saya ketiduran, tadi

ONI
Saya harap semua tadi betul-betul Cuma igauan saja
(Tiba-tiba sandek memandang oni aneh sekali)

Sandek

(Sandek diam saja)

Kamu tiba-tiba aneh sekali, Sandek

SANDEK
Oni

ONI
Kamu sakit, Sandek. Pasti. Sandek!

SANDEK
Lebih baik kita tidur. Hari sudah malam. Saya harap saya mimpi lagi

ONI
Tidurlah

(Muncul seseorang yang bagaikan unggas)

Kok tumben malam-malam begini bang Item datang ke rumah?

ORANG ITU CUMA MENGGERAK-GERAKAN MULUTNYA SEPERTI UNGGAS

SANDEK
Mau ronda, bang!?

ORANG ITU IDEM KAYAK TADI

ONI
Bang Item ini selalu maen-maen. Sudah bang,. Ah, jijik. Kayak bebek saja sih!

ORANG ITU TETAP SAJA

SANDEK HERAN JUGA

ONI
Serius dia. Kesambet setan apa dia?

(Muncul berpuluh-puluh yang lain persis seperti bang itu. tentu saja)

Sandek

SANDEK
Ini sudah kelewata

ONI DAN SANDEK DISERBU OLEH MAHLUK-MAHLUK ANEH ITU

ONI
Sandek, mereka akan membunuh kita! Panggil tetangga, Sandek! Panggil bang Samsu. Atau bag siapa saja! Bang Samsu, bang Benyo! Bang Pitak! Mpok Odah! Mpok! Bang!

SANDEK
Jangan maen kroyok! Bicara! Bicara! Kalian bukan binatang! Kalian bukan sekrup! Kalian bukan batu! Kalian manusia! Kalian orang! Ayo bicara! Bicara!

LONCENG KERJA BERDENTANG. MEREKA SIAP DEPAN MESIN MASING-MASING TAPI TAK SATU PUN YANG MENGHIDUPKAN MESIN ITU. MUNCUL KEPKAM DAN MENEJER

KEPKAM
Ayo kerja! Kerja! Sekarang waktu kerja! Organisasi harus hidup! Manajemen harus hidup! Ayo kerja! kerja!

MENEJER
He, jangan pake pecut! Mereka itu bukan budak!

KEPKAM
Semua budak! Kita semua budak! Lebih jelek dari budak! Kebebasan kita sama sekali telah kita gadaikan kepada robot-robot ciptaan kita sendiri. Ayo kerja! Ayo kerja!

MENEJER
Semuanya amcet lagi

KEPKAM
Kalau begitu kita harus segera ke laboratorium. Kita harus tangkas kalau tidak ingin dibikin ringkas oleh Saturnus Dewa!

MENEJER
Kita racun lagi mereka?

KEPKAM
Seorang sosiolog lulusan konservatori dari jurusan teater saya dengar baru-baru ini telah menemukan ramu-ramuan tradisionil yang sangat menarik. Barangkali saja ramu-ramuan itu berguna bagi mereka

SEPI BEBERAPA SAAT SETELAH DUA ORANG ITU PERGI

SANDEK
Saudara-saudaraku

SEMUA
Tivi

SANDEK
Saudara-saudaraku

SEMUA
Kulkas

ONI
Sandek!

SANDEK
Saudara-saudaraku

SEMUA
Mobil

SANDEK
Saudara-saudaraku

SEMUA
Vidiotip

SANDEK
Saudara-saudaraku

SEMUA LALU KELUAR

ONI
Sandek

SANDEK
Kita tidak pernah istirahat. Lama-lama kita kehilangan sesuatu yang paling berharga tanpa kita sadari

ONI
Jangan Sandek. Jangan kamu bunuh mereka. Anak-anak kecil itu lucu sekali

SANDEK
Tiba-tiba saya kangen bapa

ONI
Paling tidak karena mereka semuanya masih punya makna

SANDEK
Tidur, Oi, tidur. Lotius. Langit hiruk sekali, saya ahrap roket mereka tidak terbentur skylab! BAPA!!!

ONI
Sandek

SANDEK
Dalam balutan gas yang selalu berrahasia itu, saya harap bapa selamat dari kecengkraman bapanya! BAPA!

(Sepi)

Rinduku mengatasi jarak, namun langit sama sekali tidak memantulkan apa-apa

ONI
Bagaimana kalau kita mudik lebaran nanti? Sudah lama sekali kita tidak ziarah ke kuburan kramat yang kosong itu

SANDEK
Tidur, sayang

(Frankestein muncul!)

Bapa, hatiMu terluka. Aku telah menyadarkan hanya dari martabat mereka tapi kemudian semuanya murka

SANDEK
Tidurlah sayang. Di luar terlalu bising. Tidak malam tidak siang. Bising

(Sandek bangkit. Oni tertidur. Frankenstein! Frankenstein!)

SANDEK
Saya mencintaimu, Oni. Karena kamu tidak pernah minta apa-apa kecuali bunga rumput liar dan bunga alang-alang. Malam ini saya akan mencari bunga-bunga itu yang paling segar dan bersama fajar nanti, saya akan kembali mempersembahkannya dengan rasa kekaguman saya atas kesederhanaanmu

(Sandek melangkah)

Bapa

WASKA
Aku di belakangmu, Sandek

(Sandek berhenti)

Mau kemana kamu?

(Sandek diam saja)

Putus asa kamu? Cuah!

SANDEK MELANGKAH. MUNCUL IBUNYA YANG MARAH-MARAH

IBU SANDEK
Sandek! Tangan kiri ibumu hilang, Sandek. Kamu belum menuntaskan dendam itu!

SANDEK
Seluruh dunia ini harus saya ledakkan untuk memuaskan dendam itu!

IBU SANDEK
Lebih dari itu, langit koyakkan!

SANDEK (Rendah)
Ya, dan itu tidak boleh terjadi

WASKA
Kamu belum menjawab pertanyaan bapa, Sundel

SANDEK
Bapa, lakon sandiwara ini memerlukan tokoh besaar dan saya kira bukan saya orangnya

WASKA
Lalu mau kemana kamu?, anak sundel

IBU
Sandek! Tiba-tiba wajahmu begitu pucat kehijauan!

SANDEK DALAM WAJAH MATI

SANDEK
Sebelum embun itu menguap saya harus memetiknya. Saya tidak punya banyak waktu

LALU SANDEK PERGI

IBU SANDEK
Kenapa dia jadi aneh?

WASKA
Karena dia melihat sesuatu yang aneh. Keanehannya adalah refleksi semata dari apa yang dia lihat. Bola matanya adalah bola mata bayi. Sebentar lagi bola mata itu akan menjadi tenang dan akan menjadi bola dunia

IBU SANDEK (Kaget)
Waska

WASKA
Kenapa? Ada apa?

IBU SANDEK
Betul-betul bayi dia. Lihatlah! Sandek menanggalkan seluruh pakaiannya

WASKA
Saya mau memeluknya! Saya mau memeluknya!

IBU SANDEK
Saya mau menggendongnya! Saya mau menyusuinya!

WASKA
Dia anggun sekali

IBU SANDEK
Dia cantik sekali

WASKA
Sandek!

IBU SANDEK
Sandek!

LALU MEREKA PERGI
LALU MUSIK HOROR
ONI, BANGUN. KAGET. NGERI. SENDIRIAN
FRANKENSTEIN! FRANKENSTEIN! DAN SETERUSNYA
TIBA-TIBA LAMPU PENTAS PADAM
ONI MENJERIT KETAKUTAN
MUSIK HOROR
TIGA FRANKENSTEIN MUNCUL MENYERANG DAN MENGEJAR ONI
ONI PINGSAN
LAMPU MENYALA LAGI
ONI SIUMAN

ONI
Sandek! Sandek!

(Oni berulang memanggil-manggil sandek. tidak menyahut)

Sandek! Sandek!

ONI KELUAR SAMBIL MEMANGGIL-MANGGIL
SEPI SEBENTAR
MUNCUL SEMAR

SEMAR
Pada bagian ini seharusnya saya membacakan secara lengkap hasil-hasil konferensi UNCTAD ke V di Manila dan KTT Negara-negara industri di Tokyo, tapi waktu tidak mungkin lagi mengizinkan kecuali kalau lakon ini dibiarkan semalam suntuk

ONI
Sandek! Sandek!

MUNCUL ONI

ONI
Semar

SEMAR
Apa? Pasti masalah vulgar nih!

ONI
Tahu kemana Sandek pergi?

SEMAR
Kamu itu mbok lihat-lihat. Apa ndak lihat saya nenteng tas menejer seperti ini. Apa ndak lihat tanda ‘ofisiel’ yang lux ini?

ONI
Saya Tanya Sandek, Semar

SEMAR
Oni, konferensi UNCTAD dan KTT Negara-negara industri sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan lako Sandek. Betul pakae dialog Utara Selatan tapi dialognya sama sekali berbeda dengan lakon ini. Sebagai contoh lain. Tema sentral mereka adalah ekonomi hobi, sedang lakon ini ekonomi sentralnya ekonomi ubi! Berbeda kan?

ONI
Semar! Semar! Cari Sandek, segera! Dia berbahaya! Dia mau membunuh semua anak-anak! Dia akan membunuh semua bayi-bayi!

SEMAR
Yang benar, Oni?

ONI
Semar, saya takut sekali. Semalam dia mengigau aneh sekali. Dia sudah gila barangkali!?

SEMAR
Sandek! Sandek!

ONI
Sandek! Sandek!

SEMUA TEPUK TANGAN

SANDEK
Tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Atas nama Negara dan bangsa, kami mengucapkan selamat datang. Kami merasa bangga sekali bahwa Negara kami terpilih sebagai tempat konferensi terhormat ini untuk menetapkan tanggal permulaan perang yang tidak dapat lagi kita hindari sebagai pemusnahan alam yang sudah lama kita tahan-tahan. Maka dengan ini saya nyatakan konferensi dibuka

SEMUA TEPUK TANGAN
LAYAR TURUN
SEMAR DAN ONI TERUS MENCARI-CARI SANDEK. LALU ONI PERGI

SEMAR
Sandiwara ini betul-betul belum mulai, para penonton. Karena malam ini Sandek belum lahir

SELESAI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar